Pemkab Aceh BesarPendidikan

Buka Bimtek, Plt Disdikbud Aceh Besar Sebut Pengawas Sekolah Garda Terdepan Perubahan Pendidikan

14
×

Buka Bimtek, Plt Disdikbud Aceh Besar Sebut Pengawas Sekolah Garda Terdepan Perubahan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Plt Kadisdikbud Aceh Besar, Rahmawati, S.Pd., M.Pd., membuka Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengawas Sekolah di SMP Negeri 1 Peukan Bada, Kamis (7/5/2026). FOTO/ M HERIZAL

posaceh.com, Kota Jantho — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan pengawas sekolah merupakan garda terdepan dalam memperbaiki dan mengubah wajah pendidikan di Kabupaten Aceh Besar.

Penegasan itu disampaikan Rahmawati saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengawas Sekolah di SMP Negeri 1 Peukan Bada, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar dengan BPMP Aceh, yang turut dihadiri Pendamping BPMP Aceh Fitriani, Koordinator Pengawas Aceh Besar Muhardi, serta para pengawas jenjang TK, SD, SMP hingga SMA.

Dalam arahannya, Rahmawati menyebutkan peningkatan mutu pendidikan di Aceh Besar membutuhkan komitmen bersama seluruh unsur pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, dinas, pengawas, kepala sekolah hingga guru.
“Pengawas ini menjadi garda terdepan. Karena Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati punya visi besar bagaimana mengubah wajah pendidikan di Kabupaten Aceh Besar, khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah indikator mutu pendidikan Aceh Besar mengalami penurunan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar segera dilakukan pembenahan secara menyeluruh.

Rahmawati mengatakan evaluasi dan pengawasan yang dilakukan pengawas sekolah harus mampu menjadi dasar pengambilan kebijakan pendidikan yang tepat dan profesional.
“Kalau ingin mutu pendidikan meningkat, maka pengawasan juga harus profesional, objektif, dan benar-benar mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Rahmawati juga menyinggung rencana penyegaran kepala sekolah di Aceh Besar. Ia menilai masih terdapat kepala sekolah yang menjabat terlalu lama sehingga perlu dilakukan evaluasi demi penyegaran manajemen pendidikan.
“Ada kepala sekolah yang sudah 25 tahun menjabat. Padahal aturan periodenya maksimal delapan tahun. Ke depan kita akan melakukan penyegaran secara profesional dan objektif,” tegasnya.

Ia memastikan seluruh kebijakan pendidikan ke depan akan mengedepankan profesionalisme tanpa intervensi kepentingan tertentu.
“Kalau memang belum mampu menjadi kepala sekolah, jangan dipaksakan. Kita ingin semua berjalan profesional demi perbaikan pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, Rahmawati juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pengawas sekolah nantinya memiliki peran besar dalam mendampingi guru menghadapi sistem pembelajaran berbasis digital.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kata dia, mulai memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan dibanding pembangunan fisik semata.
“Ke depan anggaran lebih banyak diarahkan untuk peningkatan kapasitas kepala sekolah, guru, pengawas, dan operator sekolah agar mampu menjawab tantangan pendidikan modern,” katanya.

Rahmawati turut menyoroti program prioritas “Beut Al-Qur’an dan Beut Kitab Bak Sikula” yang saat ini mulai diterapkan di sekolah umum sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter dan agama.

Menurutnya, program tersebut mulai mendapat respons positif dari masyarakat dan perlahan mengembalikan kepercayaan orang tua terhadap sekolah umum.
“Sekarang anak masuk sekolah umum tapi juga mendapatkan pendidikan agama. Ini yang sedang terus kita bangun di Aceh Besar,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Rahmawati mengajak seluruh pengawas sekolah untuk bekerja secara ikhlas dan kompak demi kemajuan pendidikan Aceh Besar.
“Mari kita bekerja dengan hati untuk kemajuan pendidikan Aceh Besar. Hasilnya mungkin tidak kita lihat hari ini, tetapi 10 hingga 20 tahun ke depan akan dirasakan oleh generasi kita,” pungkasnya.(Zal)