Pemkab Aceh Besar

Bupati Syech Muharram Dorong Dekranasda Aceh Besar Dukung UMKM

21
×

Bupati Syech Muharram Dorong Dekranasda Aceh Besar Dukung UMKM

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram), menyampaikan arahannya pada acara pelantikan pengurus Dekranasda Aceh Besar periode 2025–2030, di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (5/5/2026). FOTO/ ROJA

posaceh.com, Kota Jantho — Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris (Syech Muharram), mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar untuk berperan aktif dalam mendukung pengembangan UMKM sebagai pilar utama penguatan ekonomi masyarakat.

Bupati Aceh Besar menekankan, pentingnya peran Dekranasda sebagai motor penggerak dalam membina para pelaku usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pasar. Karena itu, Syech Muharram meminta seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja secara solid dan saling bersinergi dalam menjalankan program kerja.

“Saya harap ada solidaritas yang kuat di antara pengurus. Tugas ini tidak bisa dijalankan sendiri, harus ada kerja sama yang baik agar program yang direncanakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya, pada acara pelantikan pengurus Dekranasda Aceh Besar periode 2025–2030, di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (5/5/2026).

Wakil Dekranasda Aceh Ny Mukarramah Fadhlullah, menyematkan pin kepada Wakil Ketua Dekranasda Aceh Besar Hj Nurul Fazli SAg, usai dilantik di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (5/5/2026). FOTO/ ROJA

Bupati Syech Muharram mengungkapkan, Aceh Besar memiliki kekayaan khasanah budaya dan potensi ekonomi yang besar, namun membutuhkan pengelolaan yang serius dan kolaboratif agar mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pemkab Aceh Besar berkomitmen untuk terus mendukung pelaku UMKM. Kita memiliki banyak khasanah yang harus dijaga dan dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah,” ujarnya.

Bupati menilai bahwa penguatan sektor kerajinan dan UMKM lainnya tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan warisan budaya daerah. Oleh sebab itu, pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal harus menjadi prioritas bersama.

Ketua Dekranasda Aceh Besar Hj Rita Mayasari, membacakan naskah pelantikan pengurus Dekranasda Aceh Besar periode 2025-2030, di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (5/5/2026). FOTO/ ROJA

Pelantikan terhadap kepengurusan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Aceh Besar Hj Rita Mayasari, serta dihadiri oleh Wakil Dekranasda Aceh Mukarramah Fadhlullah.

Pada kesempatan itu, Wakil Dekranasda Aceh Mukarramah Fadhlullah menyampaikan bahwa amanah yang diberikan merupakan tanggung jawab besar dalam menggerakkan sektor kerajinan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi.

“Dekranasda memiliki peran strategis dalam membina, mengembangkan, dan mempromosikan produk kerajinan lokal yang menjadi identitas sekaligus kekuatan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Aceh Besar memiliki beragam potensi kerajinan, mulai dari anyaman, ukiran, bordir, hingga produk berbasis kearifan lokal lainnya. Namun, tantangan ke depan juga semakin besar, terutama dalam menghadapi persaingan pasar, tuntutan kualitas, serta kebutuhan inovasi.

Oleh karena itu, Mukarramah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, maupun pemangku kepentingan lainnya, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk.

Foto bersama usai pelantikan pengurus Dekranasda Aceh Besar periode 2025-2030, di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (5/5/2026). FOTO/ ROJA

Selain itu, ia juga mengajak organisasi kewanitaan untuk turut berperan aktif dalam pengembangan sektor kerajinan, mengingat besarnya peran perempuan sebagai pelaku usaha dan penggerak ekonomi keluarga.

“Kami berharap pengurus Dekranasda Aceh Besar dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat kebersamaan,” imbuhnya.

Sebagai informasi lainnya, Dekranasda Aceh Besar juga akan melaksanakan program pembinaan bagi perajin, salah satunya melalui “Pelatihan Peningkatan Desain Kriya Rotan” bekerja sama dengan Indonesia Design Development Center (IDDC) Kementerian Perdagangan RI yang direncanakan berlangsung pada Juni mendatang.(Why)