posaceh.com, Kota Jantho – Kecamatan Krueng Barona Jaya bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Aceh Besar, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bagi para operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), di Gayoland Coffee, Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Camat Krueng Barona Jaya Abubakas SAg tersebut, digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan operator dalam mengelola, memverifikasi, serta memperbarui data kesejahteraan masyarakat agar penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.
Bimtek diikuti para operator SIKS-NG dari seluruh gampong di Kecamatan Krueng Barona Jaya. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme DTSEN yang mengintegrasikan berbagai basis data sosial dan ekonomi masyarakat menjadi satu acuan nasional.
Pada kesempatan itu, Plt Camat Abubakar SAg mengatakan, kualitas data sangat menentukan ketepatan pemerintah dalam menetapkan sasaran berbagai program bantuan dan perlindungan sosial.

Plt Camat Krueng Barona Jaya Abubakar SAg, menyampaikan arahannya pada pembukaan Bimtek DTSEN, di Gayoland Coffee, Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Kamis (13/8/2026). FOTO/ ROJA
“Kita berharap setelah mengikuti Bimtek ini, para operator semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat, terbaru, dan sesuai dengan kondisi masyarakat di masing-masing gampong,” ujarnya.
Abubakar yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Aceh Besar itu juga berharap, pemutakhiran DTSEN dilakukan secara rutin dengan melibatkan aparatur gampong dan masyarakat, sehingga setiap perubahan kondisi sosial ekonomi warga dapat segera diketahui dan diperbarui.
“Jangan sampai ada masyarakat yang sebenarnya layak menerima bantuan tetapi belum terdata. Begitu juga yang sudah tidak memenuhi kriteria harus diperbarui datanya. Ini penting agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Abubakar menilai koordinasi antara operator, pemerintah gampong, kecamatan, dan instansi terkait perlu terus diperkuat agar proses verifikasi dan validasi data berjalan baik.
“Kita ingin DTSEN ini menjadi data yang betul-betul bisa dipercaya dan menjadi dasar dalam mengambil kebijakan, sehingga masyarakat yang membutuhkan mendapatkan perhatian sesuai dengan kondisi sebenarnya,” pungkasnya.(Why)











