posaceh.com, Aceh Barat – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat hingga kini dilaporkan terhenti total dan tidak pernah lagi dikerjakan hingga saat ini.
“Proyek yang dikerjakan oleh pihak kontraktor di bawah pengawasan Babinsa ini, diketahui tidak lagi menunjukkan aktivitas pengerjaan sejak bulan Ramadhan atau sekitar Februari lalu,” kata Kepala Desa (Geuchik) Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Zainal Abidin yang dikonfirmasi ANTARA, Sabtu pagi melalui saluran telepon.
Zainal mengakui pihak desa juga tidak dilibatkan secara mendalam dalam proyek tersebut, dan peran desa sejauh ini hanya sebatas memfasilitasi penentuan lokasi pembangunan saja.
“Kami tidak ada hubungan (komunikasi) dengan orang itu (kontraktor). Masyarakat pun tidak dilibatkan apa-apa mulai dari awal pembangunan,” ujarnya.
Zainal juga menyoroti adanya pengurangan alokasi dana desa yang diterima oleh Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.
Ia menjelaskan sebelumnya dana yang dikelola mencapai lebih dari Rp800 juta lebih, namun pada tahun 2026 ini dana yang turun hanya berkisar di angka Rp300 jutaan saja.
Meski tidak secara gamblang menyebut dana tersebut “dipotong” untuk pembangunan koperasi desa merah putih, Zainal membenarkan adanya selisih anggaran yang cukup signifikan, yakni sekitar Rp500 juta per tahun.
Meski proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor, pihak nya sempat mengambil inisiatif untuk menimbun lokasi pembangunan menggunakan anggaran desa karena kondisi lahan yang rendah.
“Lokasinya rendah, jadi kami tambah timbunan sekitar 20 sentimeter lagi menggunakan dana desa,” katanya menambahkan.
Zainal berharap agar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di desanya ini segera dilanjutkan kembali agar tidak menjadi bangunan mangkrak.
Dia menegaskan pentingnya kelanjutan proyek ini sebagai aset desa yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.
“Hingga saat ini, alasan pasti terhentinya proyek KDMP di desa belum diketahui secara pasti, pihak pengawas dari Babinsa yang kami tanya belum memberikan jawaban pasti terkait terhentinya proyek ini,” kata Zainal.
Sementara itu, Komandan Kodim 0105 Aceh Barat, Letkol Inf Super Maljuna Kembaren yang berupaya dikonfirmasi sejak Rabu, 22 April 2026 lalu hingga berita ini ditulis belum bersedia memberikan keterangan pers terkait banyaknya proyek KDMP di Aceh Barat yang dilaporkan mangkrak.
Upaya permintaan konfirmasi terhadap dandim, juga sudah dilakukan melalui Pasi Intel Kodim 0105 Aceh Barat Kapten Hermanto via Whatapp dan bertemu di sebuah warung kopi di Meulaboh, guna meminta waktu untuk melakukan wawancara namun tetap saja gagal.
Hermanto beralasan Dandim 0105 Aceh Barat masih sangat sibuk dengan kegiatannya, sehingga belum memiliki waktu untuk melayani konfirmasi yang diminta oleh wartawan.(Muh/*)
