Internasional

China Desak Gencatan Senjata Perang di Iran Dipertahankan

19
Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong. FOTO/AFP

posaceh.com, Jakarta – Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menegaskan urgensi untuk mempertahankan gencatan senjata dalam perang di  Iran yang tengah berlangsung.

Ia juga memperkirakan bahwa krisis Selat Hormuz akan menjadi agenda utama dalam pertemuan bilateral saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunjungi Tiongkok bulan ini.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Markas Besar PBB pada Jumat (1/5), Fu menyatakan bahwa Selat Hormuz harus segera dibuka kembali untuk menjamin stabilitas ekonomi global.

Fu mengungkapkan kekhawatiran mendalam Beijing atas retorika yang menyebutkan bahwa gencatan senjata saat ini hanya bersifat sementara dan adanya niat untuk melancarkan gelombang serangan baru.

“Isu yang paling mendesak adalah menjaga gencatan senjata. Gencatan senjata ini harus bertahan lama, dan harus ada negosiasi dengan niat baik antara kedua belah pihak,” ujar Fu, seperti dilansir Asia One .

“Saya pikir komunitas internasional harus menyuarakan dan menyuarakan penolakan terhadap dimulainya kembali pertempuran,” tambah dia.

Fu juga menekankan perlunya langkah timbal balik dari kedua belah pihak. Iran menuntut untuk segera mencabut Selat Hormuz, sedangkan AS menuntut penghentian blokade laut yang saat ini dilakukan oleh militer AS.

Terkait rencana kunjungan Donald Trump ke China bulan Mei ini, Fu meyakini bahwa krisis jalur perdagangan energi akan menjadi topik panas jika blokade belum berakhir.

“Saya yakin jika (Selat) Hormuz masih ditutup pada saat Presiden Trump pergi ke Tiongkok, masalah ini akan menjadi prioritas tinggi dalam agenda pembicaraan bilateral,” jelasnya.

Selain itu, Fu secara tegas membantah tuduhan sejumlah pejabat AS mengenai adanya kerja sama militer antara China dan Iran, dengan menyebut tudingan tersebut sebagai informasi “palsu”.(Muh/*)

Exit mobile version