posaceh.com, Banda Aceh – Pemain PSAB Aceh Besar kembali berlatih di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar dengan fokus kelemahan yang terlihat saat uji coba melawan Persiraja pada Selasa (18/11/2025) sore.
Trio pelatih yang merupakan mantan pemain Persiraja yang dipimpin Mukhlis Nakata bersama asisten M Hidayat dan Faumi Syahreza melaksanakan latihan intensif diselingi fun game sebelum show game untuk menerapkan strategi yang telah ditetapkan.
Pelatihan diawali dengan berlari keliling lapangan seusai shalat Ashar sekitar pukul 16.45 WIB dengan jumlah pemain 23 orang, seiring sejumlah pemain lainnya terlambat datang ke lapangan.

Para pemain melanjutkan dengan latihan fisik untuk menguatkan kekuatan kaki dan lari kecil sebelum kembali masuk ke dalam lingkaran untuk selanjutnya fun game dalam beberapa kelompok.
Dalam skema latihan ini yang berlangsung dengan gembira, para pemain bergandengan tangan sambil memainkan bola bawah atau melambung tanpa terputus di antara pemain sambil berjalan lambat.
Pada sesi terakhir, bagian dari strategi permainan yang akan diterapkan dalam pertandingan Liga 4 Zona Aceh dan uji coba yang akan dilaksanakan di Lapangan Cot Preh, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar pada Rabu (19/11/2025) sore dengan tim DeGe Lambaed, Kuta Baro, Aceh Besar.
Nakata memaparkan sejumlah kelemahan dari para pemain saat melakukan laga persahabatan dengan Persiraja, mulai dari pemain sampai kiper. Dia menyatakan para pemain harus berada di posisi yang tepat saat bertahan dan juga menyerang.
Ditambahkan, pola permainan dapat berubah sesuai pergeseran pemain di lapangan, tetapi semuanya harus menyatu dalam ritme yang dimainkan tim, sehingga tidak ada kesalahan yang dapat berakibat fatal, seperti saat berhadapan dengan Persiraja.
Dia menunjuk sejumlah pemain yang harus mampu memperbaiki diri dalam bergerak dan posisi badan saat berhadapan dengan tim lawan, sehingga tidak tertinggal saat mengejar bola atau umpan terobosan tim lawan.
Legend Persiraja ini menjelaskan melalui papan permainan, seperti mendapat tekanan saat berada di areanya sendiri, maka perlu dengan cepat keluar dari tekanan tim lawan, sehingga tidak membahayakan gawang sendiri.

Disebutkan, para pemain harus menentukan pola yang akan ditetapkan dalam pertandingan resmi Liga 4 Zona Aceh, seperti skema yang akan diterapkan menghadapi tim lawan dan para pemain memberi jawaban beragam.
Tetapi, akhirnya diputuskan oleh pelatih dengan menerapkan strategi khusus awal-awal babak pertama dan para pemain menyambut baik skema tersebut untuk diterapkan dalam pertandingan Liga 4 Zona Aceh.
Asisten pelatih Faumi juga memberi penjelasan tentang kelemahan pemain yang harus segera diperbaiki, agar tidak terjadi kesalahan saat bertanding. Dia menyoroti sektor tengah yang harus diperkuat kembali.
Seusai pelatih bertanya kepada pemain, “Apakah semuanya sudah mengerti?” yang dijawab sudah dan dilanjutkan dengan show game satu lapangan dengan pengarahan tetap diberikan oleh Nakata atas posisi seorang pemain saat mendapat serangan.
Bola diawali dari tengah yang ditendang asisten pelatih Faumi ke seorang pemain, kemudian Nakata memberi pengarahan bagaimana pola merebut atau menghadang bola agar tidak sampai ke depan gawang.
Pola itu diterapkan oleh Nakata, kemudian para pemain melakukan show game dengan kedua tim menerapkan skema yang diterapkan pelatih dengan hanya satu gol tercipta dalam laga sesama ini dalam waktu singkat sebelum suara mengaji bergema dari masjid terdekat.
Kemudian, para pemain melakukan peregangan otot untuk memulihkan diri setelah menjalani latihan hampir dua jam di bawah cuaca mendung seusai diguyur hujan rintik-rintik. Dalam latihan ini, hampir seluruh pemain hadir, termasuk dua kiper, Marcel dan Nailul.(Muh)











