posaceh.com, Teheran – Pejabat di Teheran mengatakan fasilitas pengayaan nuklir Iran di Fordo dibom musuh, pada Minggu (22/6/2025) dini hari waktu setempat.
Pejabat itu memberkan sejumlah bagian dari fasilitas nuklir yang telah diserang.
“Beberapa jam yang lalu, setelah sistem pertahanan udara di Qom diaktifkan dan musuh telah teridentifikasi, bagian dari situs nuklir Fordo telah diserang melalui serangan udara,” kata pejabat tersebut kepada Al Jazeera,
Sejumlah warga Iran di Kota Qom kepada kantor berita Iran, FARS , juga mengaku mendengar ledakan besar di Fordo. Kota tersebut merupakan wilayah terdekat dari fasilitas nuklir Fordo yang terdapat di bawah tanah.
Ledakan keras terdengar oleh warga setelah Iran mengaktifkan sistem pertahanan udara mereka.
Fasilitas nuklir Fordo dibangun di antara bukit-bukit di wilayah tersebut sehingga sangat sulit untuk mengidentifikasi dan menyerang area itu.
Terlebih lagi, fasilitas nuklirnya dibangun di bawah tanah dengan bunker yang sangat kuat dan dalam.
Kesaksian warga itu diungkapkan hanya berselang beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan telah berhasil membombardir dan melenyapkan sejumlah fasilitas nuklir Iran seperti Isfahan, Natanz, dan Fordo.
Ia menyebut “operasi militer yang sangat berhasil” menargetkan fasilitas nuklir Iran dalam pengumumannya itu.
“Saya akan menyampaikan pidato kepada rakyat pada pukul 10.00 malam di Gedung Putih mengenai operasi militer kami yang sangat berhasil di Iran,” tulis Trump dalam akun media sosial miliknya, Truth Social.
“Ini momen paling bersejarah bagi Amerika Serikat, Israel, dan dunia. Iran harus setuju untuk mengakhiri perang ini sekarang. Terima kasih!” lanjut Trump.
Kemungkinan AS menggunakan bom penghancur bunker yang dijatuhkan dari jet bomber B-2 pada Sabtu (21/6) malam waktu setempat.
Jet bomber B-2 membawa bom penghancur bunker seberat 13.600 kilogram masing-masing.(Muh/*)











