Parlementaria

OSO Minta Ketum Parpol Ingin Maju Capres Keluar dari Kabinet: Jadi Enggak Ganggu

1766
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. ©2022 Merdeka.com

posaceh.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menyatakan hingga saat ini partainya belum fokus untuk membahas koalisi menuju Pemilu 2024. Terlebih dirinya sempat vacum selama 2,5 tahun dari dunia politik.

“Masalah koalisi belum saatnya,” kata OSO usai melakukan pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu 2024 di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (8/8/2022).

OSO menyinggung soal partai politik yang sudah mendeklarasikan koalisi, namun masih tergabung dalam kabiner Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Dia menilai, para petinggi partai politik yang sudah berkoalisi masih berada dalam lingkaran istana, malah akan mempersulit Presiden Joko Widodo dalam menjalankan program kerja.

“Saya bilang orang boleh saja tampil tapi saat sudah menyatakan jadi calon, dia harus keluar dari kabinet. Tapi kalau baru embrionya sah-sah saja, tapi kalau sudah menyatakan harus keluar karena akan ganggu kabinet dan akan menyusahkan presiden,” tegasnya.

OSO pun mengatakan, akan lebih terhormat jika para petinggi partai politik tersebut mengundurkan diri dari Kabinet Indonesia Maju.

“Yang keluar ya, silakan keluar. Malah kita senang kalau keluar duluan. Jadi enggak ganggu di dalam (kabinet), itu kasian deh, tapi itu haknya, andai kata orang keluar dengan terhormat itu kita hargai,” ucap OSO.

Diketahui, para ketua umum Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) besutan Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.

Ketiga tokoh tersebut digadang-gadang bakal maju capres lewat KIB. Selain ketiga tokoh tersebut, ada Menhan Prabowo yang diusulkan kader Gerindra menjadi Capres. (merdeka.com)

Exit mobile version