posaceh.com, Banda Aceh – Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh, Mukhlizal, S.H., M.Si, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar kurikulum Islamiyah di madrasah selama ini adalah minimnya inovasi metode pengajaran agama. Banyak proses belajar masih berlangsung satu arah sehingga kurang menarik minat siswa.
“Saat ini kami melakukan pemetaan menyeluruh terhadap tantangan implementasi kurikulum Islamiyah. Salah satu persoalan yang kami temukan adalah metode pembelajaran yang monoton dan kurang partisipatif,” ujar Mukhlizal, di Banda Aceh, Selasa (7/10/2025).
Untuk itu, MPD mendorong madrasah agar memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran Islam. Menurutnya, era gawai dan internet harus menjadi peluang, bukan ancaman, dalam proses pendidikan.

“Anak zaman sekarang sangat dekat dengan teknologi. Maka guru harus mampu memanfaatkannya untuk menyampaikan pendidikan Islam dengan cara yang menarik, visual, interaktif, dan relevan,” jelasnya.
Selain penguatan kelas, MPD juga menilai pentingnya pembinaan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler Islami seperti tahfiz Al-Qur’an, seni islami, halaqah, dan praktik ibadah harian.
“Kita ingin madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar formal, tetapi juga pusat pembinaan karakter Islami. Jika pembinaan moral, spiritual, dan akhlak dilakukan secara konsisten, insyaallah kita akan melahirkan generasi Muslim yang unggul lahir batin,” tegas Mukhlizal.
Ia menambahkan bahwa MPD telah menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah daerah dan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah agar program ini berjalan efektif di seluruh madrasah di Kota Banda Aceh. (Adv)











