Pemko Banda Aceh

FPK Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

23
×

FPK Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Banda Aceh menggelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, di Hotel Al Hanifi, Lamprit, Senin (22/6/2026) FOTO/ ABDUL HADI

posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Banda Aceh menggelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan di Hotel Al Hanifi, Lamprit, Banda Aceh, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Pemerintah Kota Banda Aceh, Dr. Samsul Bahri, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembauran kebangsaan merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“Keberagaman yang kita miliki harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun masyarakat yang harmonis. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemahaman yang semakin kuat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banda Aceh, Rizal Abdillah, S.Sos., M.Si, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam merawat nilai-nilai kebangsaan dan menjaga kerukunan antarwarga di tingkat gampong.

Kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syarifah Munirah, S.Ag, sebagai bentuk dukungan legislatif terhadap upaya penguatan wawasan kebangsaan dan pembauran sosial di Kota Banda Aceh.

Sebanyak 50 peserta yang merupakan perwakilan ketua pemuda gampong dari berbagai wilayah di Kota Banda Aceh mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diharapkan mampu menjadi agen persatuan dan pelopor kerukunan di lingkungan masing-masing.

Dalam sesi pemaparan materi, peserta memperoleh wawasan dari sejumlah narasumber berpengalaman. Drs. Idrus Hayat, M.Si menyampaikan materi mengenai pentingnya pembauran kebangsaan dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat kohesi masyarakat, serta membangun budaya saling menghormati di tengah keberagaman.

Sementara itu, Dr. Jalaluddin, M.Pd dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Perwakilan Aceh menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya bagi generasi muda.

Materi bertema “Spiritualitas Kebangsaan sebagai Perekat Keragaman” disampaikan oleh Said Muniruddin, S.E., M.Sc., Ak, Rektor Suficademic. Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai spiritual yang bersumber dari agama, budaya, dan kearifan lokal dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun persaudaraan kebangsaan.

Menurutnya, spiritualitas kebangsaan mengajarkan masyarakat untuk memandang perbedaan sebagai anugerah yang harus dirawat, bukan alasan untuk berpecah belah. Nilai-nilai seperti keikhlasan, kasih sayang, saling menghormati, dan kepedulian sosial merupakan modal penting dalam memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Keragaman tidak akan menjadi sumber konflik apabila setiap individu memiliki kesadaran spiritual yang menempatkan kemanusiaan, persaudaraan, dan kemaslahatan bersama di atas kepentingan kelompok. Nilai-nilai spiritual inilah yang menjadi perekat kebangsaan dan memperkuat harmoni sosial,” katanya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai pembauran kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang rukun, inklusif, dan berdaya saing.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai tantangan serta strategi dalam memperkuat pembauran kebangsaan di tingkat masyarakat. Pemerintah Kota Banda Aceh berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat karakter kebangsaan, mempererat persaudaraan antarelemen masyarakat, serta mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis, damai, dan berkeadaban.(Hadi)