News

Minyak Goreng Curah Langka, Ini Kata Kadisperindag dan UKM Gayo Lues

1938
×

Minyak Goreng Curah Langka, Ini Kata Kadisperindag dan UKM Gayo Lues

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Prindagkop dan UKM Gayo Lues Sahrul ST MM didampingi Sekretarisnya Ramadhan SE dan Kabid Perdagangan Said Muhamad SE saat dikonfirmasi di ruang kerjanya terkait kelangkaan minyak goreng curah di pajak pagi, Senin (21/2/2022). FOTO/ KAMAL GAYO

posaceh.com, Blangkejeren – Masyarakat khususnya Kabupaten Gayo Lues terpaksa menggunakan minyak mentega untuk menggoreng makanan. Mereka menggunakannya sebagai pengganti minyak goreng curah meski harganya lebih tinggi.

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Sopinah (34) warga Kecamatan Pining Gayo Lues ini mengaku terpaksa ia lakukan karena minyak goreng curah diwarung maupun di toko kelontong kosong. “Karena minyak goreng curah saat ini langka, ya terpaksa saya pakai mentega untuk menggoreng makanan seperti Nasi goreng, ikan Asin. Sudah hampir dua minggu ini saya menggunakan minyak mentega,” ucapnya kepada posaceh.com Senin (21/2/2022).
Ia mengatakan tidak hanya dirinya saja yang menggunakan mentega. Para ibu rumah tangga lainya di Kecamatan tersebut mungkin sama menggunakan mentega sebagai pengganti minyak goreng curah. “Saat ini warga kesulitan mau cari dan beli kemana minyak goreng khususnya curah,sebab dimana-mana langka alias menghilang,” kata dia.

Menurutnya,langkanya minyak goreng curah saat ini,bisa saja terjadi akibat penimbunan. Hal senada juga dikatakan warga lesten lainya, Muhajir (44). Sudah beberapa Minggu ini Istrinya terpaksa menggoreng nasi dan lauk pauk dengan mentega karena minyak goreng curah tidak ada alias langka di pasar. “Dimana – mana tidak ada minyak goreng curah sudah hampir 2 Minggu ini istri saya pakai mentega. Meski harga mentega ini sedikit lebih mahal,ya mau tidak mau kita beli juga dari pada tidak bisa goreng makanan sama sekali,” ujar Muhajir.

Terkait kelangkaan minyak goreng,Kepala Dinas Prindagkop dan UKM Kabupaten Gayo Lues, Sahrul ST MM didampingi Sekretarisnya Ramadhan SE dan Kabid Perdagangan Said Muhamad SE saat dikonfirmasi terkait langkanya minyak goreng curah di ruang kerjanya Senin (21/2/2022) mengatakan bahwa saat ini disejumlah pasar baik pasar centong dan pajak terpadu Bustanul Salam mulai menerima pasokan minyak goreng curah seharga Rp 11.500 per liter. “Dimana per 4 Februari 2022, pasar centong dan pasar pajak pagi Bustanul Salam yang menerima distribusi minyak goreng curah sesuai HET adalah pasar Centong dan pasar Pajak pagi Bustanul Salam,” jelas Sahrul.

Kantor Dinas Prindagkop dan UKM Komplek Pemda Gayo Lues, Blangkejeren, Senin (21/2/2022).
FOTO/ KAMAL GAYO

Disampatikan, Kadis Dinas Prindagkop dan UKM Gayo Lues bersama Kabid Perdagangan minggu lalu langsung turun ke lapangan mengecek harga minyak goreng curah dipasar centong dan pajak pagi. Sekalipun terdapat pedagang yang mulai menerima pasokan minyak goreng curah sesuai HET, Sahrul mengatakan teknis penyaluran dipasar masih menghadapi kendala. Sebagian pedagang menerima minyak goreng curah seharga Rp 11.500 per liter dari distributor, padahal harga tersebut merupakan HET ditingkat Konsumen. “Kalau demikian pedagang tidak bisa mengambil untung karena harga di Konsumen seharusnya tidak boleh diatas Rp 11.500 per liter,” tambah Sahrul.

Sahrul memastikan bahwa minyak goreng dalam kondisi memadai dan tidak langka. Situasi yang terjadi dilapangan saat ini, lanjutnya,merupakan dampak dari pasokan minyak goreng curah HET baru yang belum merata. “Yang terjadi sekarang bukan kelangkaan minyak goreng curah, tetapi minyak goreng curah murah masih sulit diperoleh dan yang harga lama banyak. Artinya tidak langka,” pungkas Sahrul mengakhiri. (KG)