posaceh.com, Jakarta – Pemerintah Malaysia secara resmi mendeklarasikan status keadaan darurat di Distrik Serian, Negara Bagian Sarawak, akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) asal Indonesia yang kian memburuk.
Langkah ini diambil setelah indeks polusi udara di wilayah tersebut melonjak hingga menyentuh tingkat yang membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Kantor Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengonfirmasi bahwa Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, telah memberikan persetujuan atas deklarasi darurat tersebut menyusul permohonan resmi dari Komite Manajemen Bencana Sarawak.
Untuk meminimalkan dampak paparan polusi berbahaya, otoritas setempat menerapkan kebijakan ketatanegaraan di Distrik Serian.
Seperti dilansir Al Jazeera , sebanyak 647 sekolah di Distrik Serian diwajibkan menghentikan kegiatan belajar-mengajar tatap muka mulai Senin pekan depan.
Seluruh kantor pemerintah, swasta, kawasan perkebunan, proyek konstruksi, hingga lokasi penambangan dihentikan sementara, kecuali untuk penyedia layanan esensial.
Operasi penyemaian awan yang semula dijadwalkan berlangsung selama tiga hari resmi diperpanjang guna memanfaatkan potensi pembentukan awan hujan.
Ketua Komite Manajemen Bencana Sarawak, Douglas Uggah Embas, menegaskan bahwa status darurat ini berlaku spesifik untuk Distrik Serian dan tidak mencakup seluruh Negara Bagian Sarawak. Meski begitu, warga diimbau untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan.
Kebakaran yang membakar kawasan hutan di Sumatera dan Kalimantan ini telah memicu krisis kabut asap lintas batas yang berdampak luas di Asia Tenggara.
Singapura mulai menerbitkan panduan kualitas udara harian setelah pengukuran 24 jam memasuki kategori tidak sehat untuk pertama kalinya sejak 2023.
Di sisi lain, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan meliburkan sekolah di wilayah ibu kota Metro Manila serta belasan provinsi terdampak.
Paparan asap akibat karhutla di Indonesia mengacaukan wilayah Sabah, Semenanjung Malaysia, hingga Brunei. Para ilmuwan memperingatkan bahwa suhu udara diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan ini, yang berisiko memperparah kondisi karhutla seiring meningkatnya cuaca panas dan kering di wilayah Indonesia.(Muh/*)











