DaerahPendidikan

Mahasiswa KKN USK Sulap Sampah Jadi Lampion Kreatif

32
×

Mahasiswa KKN USK Sulap Sampah Jadi Lampion Kreatif

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Reguler XXIX Kelompok 85 Universitas Syiah Kuala berfoto bersama anak -anak Gampong Drien Bungong, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya. FOTO/dok. Balqis

posaceh.com, Pidie Jaya – Kreativitas dipadukan dengan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 85 Universitas Syiah Kuala (USK) melalui kegiatan pembuatan lampion dari bahan tidak terurai di Gampong Drien Bungong, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Program yang digelar pada 22 Juli 2026 ini menjadi edukasi sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi kerajinan bernilai ekonomi.

Kegiatan yang digagas Nurul Izzati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi, mengajak anak-anak gampong memanfaatkan bahan-bahan yang selama ini kerap dianggap tidak berguna, seperti balon bekas, sisa benang rajut, dan lem, menjadi lampion yang menarik.

Melalui kegiatan ini, peserta diajarkan bahwa limbah tidak terurai bukan hanya botol atau kemasan plastik, tetapi juga benda-benda kecil yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai di alam.

Dengan pendekatan seni dan praktik langsung, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan lampion.

Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran bahwa barang bekas masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan inovatif, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Ketua Kelompok KKN 85, Ahmad Sultan, mengatakan program tersebut lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya limbah plastik dan bahan tidak terurai di lingkungan masyarakat.

“Selama ini masyarakat lebih fokus pada sampah besar seperti botol plastik dan kemasan makanan. Padahal bahan-bahan kecil seperti balon, benang rajut, dan lem juga berbahaya jika dibuang sembarangan. Kami ingin membuktikan bahwa semua bahan tidak terurai dapat diolah menjadi produk yang indah dan bernilai. Harapannya, masyarakat mulai menyimpan dan memanfaatkannya menjadi kerajinan, bukan membuangnya,” ujar Ahmad Sultan.

Apresiasi juga disampaikan Geuchik Gampong Drien Bungong, Muhammad Jauhari. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam mengelola limbah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN Kelompok 85 USK berharap budaya daur ulang semakin tumbuh di tengah masyarakat sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kreatif, dan berkelanjutan.(Muh/*)