Daerah

Tingkatkan Pelayanan, Bappeda Aceh Utara Luncurkan Sekolah Inovasi Daerah

37
×

Tingkatkan Pelayanan, Bappeda Aceh Utara Luncurkan Sekolah Inovasi Daerah

Sebarkan artikel ini
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Utara, meluncurkan Sekolah Inovasi Daerah sebagai langkah strategis untuk memperkuat budaya inovasi serta meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah setempat.FOTO/Dok Pemda

posaceh.com, Aceh Utara – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Utara, meluncurkan Sekolah Inovasi Daerah sebagai langkah strategis untuk memperkuat budaya inovasi serta meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Utara Adamy di Lhoksukon, Jumat (24/7/2026), mengatakan program tersebut bertujuan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu mengidentifikasi masalah, merancang solusi, hingga menghasilkan inovasi yang siap diterapkan dan memenuhi indikator Indeks Inovasi Daerah (IID) Kementerian Dalam Negeri.

“Inovasi tidak hanya dimaknai sebagai pemanfaatan teknologi, tetapi juga penyempurnaan tata kelola pemerintahan, efisiensi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” kata Adamy.

Melalui Sekolah Inovasi Daerah, lanjutnya, Bappeda ingin membangun pola pikir bahwa setiap ASN merupakan seorang inovator yang mampu mengubah tantangan organisasi menjadi peluang kebermanfaatan bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Aceh Utara Inong Sofiarini menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan formalitas, melainkan proses pendampingan berkelanjutan hingga inovasi benar-benar siap diimplementasikan.

“Sekolah Inovasi Daerah dirancang agar setiap peserta mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara konkret di unit kerja masing-masing,” ujar Inong.

Melalui Sekolah Inovasi Daerah, lanjutnya, Bappeda ingin membangun pola pikir bahwa setiap ASN merupakan seorang inovator yang mampu mengubah tantangan organisasi menjadi peluang kebermanfaatan bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Aceh Utara Inong Sofiarini menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan formalitas, melainkan proses pendampingan berkelanjutan hingga inovasi benar-benar siap diimplementasikan.

“Sekolah Inovasi Daerah dirancang agar setiap peserta mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara konkret di unit kerja masing-masing,” ujar Inong.

Program ini juga menjadi wadah kolaborasi antar-OPD untuk saling bertukar pengalaman dan membagikan praktik terbaik (best practice).

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Aceh Utara dalam mendorong reformasi birokrasi serta mewujudkan visi Aceh Utara Bangkit yang profesional, adaptif, dan responsif.(Muh/*)