posaceh.com, Kota Jantho – Dewan Kesenian Aceh (DKA) Aceh Besar mengadakan obrolan atau diskusi yang berkesinambungan dengan DKA tingkat kecamatan se-Aceh Besar. Diskusi ini bertujuan untuk memperluas edukasi dan wawasan dalam bidang seni di daerah tersebut, bersama Ketua DKAB Mariadi ST MM dan Ketua DKA Provinsi Aceh, Teuku Afifuddin MSn, dalam acara Kemah Seniman IV di Jantho Sport City (JSC) Kota Jantho, Aceh Besar, Sabtu (23/12/2023).
Dalam obrolan itu, Ketua DKA Aceh, Teuku Afifuddin mengapresiasi kegiatan kemah seniman ini dan menyatakan penghargaannya terhadap konsistensi DKA Aceh Besar dalam menyelenggarakan kegiatan semacam ini.
“Mungkin tidak semua kabupaten/kota dapat menyelenggarakan kegiatan seperti ini,” sebutnya.
FOTO/ WAHYU DESMI
Ia menegaskan, pertemuan semacam ini menjadi wadah penting untuk membahas berbagai aspek seputar seni. Merujuk pada keberadaan seni dalam diri manusia, tidak peduli seberapa beragamnya populasi masyarakat dari segi tempat dan penampilan.
“Setiap manusia dilahirkan dengan sebuah keindahan yang merupakan suatu seni dalam kehidupan,” ujarnya.
Teuku Afifuddin juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap penampilan anak-anak yang aktif dalam tarian khas Aceh Besar saat pembukaan piasan Aceh Rayeuk sebelumnya.
Sementara itu, Ketua DKA Aceh Besar, Mariadi ST MM, mengakui bahwa kendala finansial menjadi salah satu tantangan utama dalam menjalankan organisasi. Kendati itu, tingginya semangat untuk melestarikan seni dan budaya serta menciptakan kesenian baru tetap menjadi prioritas DKA Aceh Besar.
“Meskipun adanya kendala finansial, namun kita telah membuktikan semangat dalam melestarikan seni budaya dengan penampilan pada anjungan PKA 8 kemarin. Bahkan, DKA Aceh Besar tetap bertanggung jawab sebagai pelaksana utama program yang diselenggarakan,” jelasnya.
Mariadi berharap, kepengurusan DKA di tingkat kecamatan yang belum terbentuk dapat segera terwujud untuk memperkuat DKA tingkat kabupaten. “Kita akan menyurati ke kecamatan untuk membuat musyawarah pembentukan DKA di kecamatan,” katanya, dengan harapan dapat memperkuat DKA Kabupaten untuk menghadapi PKA 9 di masa mendatang.
FOTO/ WAHYU DESMI
Ia menekankan pentingnya bagi para seniman untuk terus tampil di setiap panggung yang tersedia, besar maupun kecil. “Yang penting tampil, dimanapun boleh tampil. Jangan hanya melihat panggung besar, panggung kecil pun dapat tampil sebagai seorang seni,” tandasnya.
Darmayanti, Ketua DKA Kecamatan Darussalam, menyoroti kendala dalam sanggar seni di tingkat kecamatan, yang meliputi kurangnya kreativitas dalam menciptakan tarian baru dan kurangnya keberanian untuk tampil dalam acara besar.
“Kurangnya skill pelatih pada sanggar dan rasa takut untuk tampil di event besar menjadi kendala utama pada sanggar di tingkat kecamatan,” pungkasnya.
FOTO/ WAHYU DESMI
“Saya harap adanya dukungan dari DKA kabupaten dan provinsi untuk memperkuat kinerja DKA di tingkat kecamatan,” tambahnya.
Sebagai informasi lainnya, dalam rangka mendukung pengembangan seni hingga ke tingkat kecamatan, Ketua DKA Aceh menyatakan kesiapannya untuk turun langsung ke tingkat kecamatan.
Tidak hanya itu, Diskusi tersebut, turut dihadiri oleh kepengurusan DKA Kabupaten Aceh Besar dan DKA Kecamatan se Aceh Besar.(Wahyu Desmi)
