Daerah

Ketua DKA: Jangan Malu Jadi Seniman

2073
Ketua DKA Aceh Teuku Afifuddin MSn, saat obrolan seputaran seni dalam agenda kemah seniman, di Jantho Sport City (JSC) Kota Jantho, Aceh Besar, Sabtu (23/12/2023). FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Kota Jantho – Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Provinsi Aceh Teuku Afifuddin MSn, menekankan esensi penting menjadi seorang seniman. Dalam pandangannya, Afifuddin menegaskan bahwa mengakui dan menghormati diri sebagai seorang seniman merupakan langkah yang tidak boleh dipandang rendah. Ia menyoroti kepentingan utama dalam menerima dan menghargai jati diri sebagai seorang yang berkarya dalam bidang seni.

“Jangan malu menjadi seniman. Sebaliknya, hal itu seharusnya menjadi kebanggaan dan identitas yang dijunjung tinggi,” ungkapnya dalam obrolan bersama 100 peserta kemah seniman IV DKA Aceh Besar, di Jantho Sport City (JSC) Kota Jantho, Aceh Besar, Sabtu (23/12/2023).

Menurutnya, setiap individu memiliki potensi kreatif yang unik, dan menjadi seniman adalah cara yang luar biasa untuk mengekspresikan keunikan tersebut. Dengan menyatakan diri sebagai seniman, akan terbukanya jalan yang tetap berada dalam kesenian itu sendiri.

“Meskipun dengan menyandang status sebagai seniman akan sulit di aproved pada pengambilan kredit, namun percayalah ada kemudahan lainnya dengan menjadi seorang seniman. Salah satunya dengan mudah dapat melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa banyaknya pemeriksaan,” sebut Ketua DKA Aceh.

Seniman Aceh Agam Baba, saat menghadiri obrolan seputaran seni dalam agenda kemah seniman, di Jantho Sport City (JSC) Kota Jantho, Aceh Besar, Sabtu (23/12/2023).
FOTO/ WAHYU DESMI

Selain itu, Teuku Afifuddin menggarisbawahi untuk tidak menilai performa diri sendiri dalam kesenian, hal itu dapat menjadi hambatan besar dalam mencapai kesuksesan.

“Jangan pernah menilai performa diri sendiri, biarkan penonton yang memberi nilai terhadap kita. Menilai performa diri kita sendiri, akan menurunkan harga dari diri kita sendiri,” terangnya.

Senada itu, Seniman Aceh, Agam Baba yang hadir dalam giat yang sama, membenarkan terkait pengalaman yang sama juga pernah terjadi pada dirinya karena mengakui diri sebagai seniman. Namun, hal itu tidak membuat semangatnya ciut untuk tetap berada di jalan kesenian.

“Memang ada rintangan yang besar dengan menyandang status sebagai seniman. Meskipun demikian, kita membuktikan bahwa seniman juga bisa tampil menjadi publik figur yang dikenal oleh masyarakat umum dan menjadi sumber pendapatan,” tandasnya.(Wahyu Desmi)

Exit mobile version