Daerah

Kapolres Pidie Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Seulawah 2023

1798
×

Kapolres Pidie Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Seulawah 2023

Sebarkan artikel ini
Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali saat memimpin apel pasukan dalam rangka operasi keselamatan Seulawah 2023, di Lapangan Mapolres Pidie, Sigli, Selasa (7/2/2023). FOTO/ HUMAS POLRES PIDIE

posaceh.com, Sigli – Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali pimpin apel pasukan dalam rangka operasi keselamatan Seulawah 2023, di Lapangan Mapolres Pidie, Sigli, Selasa (7/2/2023).

Gelar operasi Keselamatan Seulawah 2023 Polres Pidie bersama Pemerintah Kabupaten Pidie akan berlangsung selama 14 hari, mulai 7 hingga 20 Februari 2023 mendatang. Pada apel tersebut turut dihadiri Penjabat Bupati Pidie, Ir H. Wahyudi Adisiswanto, Dandim O102/Pidie, Kajari Pidie, Wakapolres Pidie, Pejabat Utama Polres Pidie, Kadis Perhubungan Kabupaten Pidie, Sekretaris Dinkes Kabupaten Pidie dan Kepala Jasa Raharja Sigli serta pejabat instansi lainnya.

Apel gelar pasukan tersebut turut di ikuti dari personel Subdenpom IM/1-3 Sigli, Personel Kodim 0102/Pidie, personel gabungan Polres Bireuen, Satpol PP/ WH, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pidie.

Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali, melalui Kasat Lantas Iptu Mahruzar Hariadi mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tidak mudah dan tidak hanya pihak kepolisian atau lalu lintas yang mengatasinya, tapi butuh sinergisitas dengan pihak terkait. saat membaca amanat Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, diantaranya menyebutkan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan 1444 H serta untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana dan prasarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.
“Tujuan operasi ini untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlulintas serta menurunkan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Pidie,” kata Iptu Mahruzar Hariadi.

Iptu Mahruzar Hariadi menjelaskan, ini bertujuan untuk keselamatan berlalulintas di jalan raya dan tingkat kepatuhan masyarakat, pada umumnya terhadap hukum dan perundang-undangan lalu lintas sangat memprihatinkan. Jadi apabila tidak dilakukan langkah langkah strategis guna meningkatkan tingkat keselamatan dan peningkatan kepatuhan hukum masyarakat, maka akan menimbulkan kerugian bukan saja korban jiwa, namun juga akan menimbulkan kerugian di bidang ekonomi.
“Sasaran meliputi segala potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang dapat menghambat dan mengganggu Kamseltibcarlantas,” tutup Iptu Mahruzar Hariadi. (Harmadi/*)