Internasional

Jet Tempur Israel Bombardir Pinggiran Beirut, Bangunan Dua Lantai Hancur

1004
×

Jet Tempur Israel Bombardir Pinggiran Beirut, Bangunan Dua Lantai Hancur

Sebarkan artikel ini
Kepulan asap membumbung tinggi dari lokasi serangan udara Israel di Desa Taibeh, Lebanon Selatan, Selasa (24/9/2024). FOTO/DPA

posaceh.com, Beirut – Jet tempur Israel kembali membombardir Lebanon, kawasan pinggiran Ibu Kota Beirut, Selasa (24/9/2024). Sebuah bangunan dua lantai hancur yang diduga dihuni anggota Hizbullah, kelompok yang sedang berperang dengan negara Zionis itu.

Sebuah video menunjukkan awan asap besar di kota Ghobeiry, pinggiran selatan Beirut setelah serangan udara tersebut. Gerakan Amal, yang bersekutu dengan Hizbullah, sangat aktif di wilayah tersebut, yang sebagian besar dihuni oleh kaum Syiah.

Militer Israel mengumumkan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, atas serangan yang ditargetkan di Beirut. Petugas penyelamat langsung bergegas ke daerah Beirut selatan, yang merupakan basis gerakan Syiah Hizbullah. Ibrahim Aqil, seorang komandan militer berpangkat tinggi milisi, terbunuh di daerah tersebut pada Jumat (20/9/2024).

Alat berat membersihkan bangunan yang hancur terkena serangan udara Israel di pinggiran Beirut, Selasa (24/9/2024). FOTO/ VIDIO AP

Seorang pejabat Lebanon pada Senin (23/9/2024) memeriksa lokasi serangan udara Israel yang menewaskan 52 orang di lingkungan padat penduduk di pinggiran selatan Beirut pada Jumat (19/5/2024). Hizbullah kemudian mengumumkan kematian sebanyak 15 anggotanya atas serangan brutal Israel tersebut.

Sementara itu, Israel terus melancarkan serangkaian serangan udara yang intensif di sebagian besar wilayah Lebanon pada Senin (23/9/2024). Itu menjadi hari paling mematikan bagi negara tersebut sejak perang tahun 2006 antara Israel dan kelompok militan kuat Hizbullah yang didukung Iran.

Teror dan keputusasaan mencengkeram warga Lebanon ketika bom Israel telah menewaskan 558 orang, termasuk 94 perempuan dan 50 anak-anak, dan melukai 1.835 lainnya, kata pihak berwenang. Sedangkan warga terus berusaha meninggalkan rumah mereka dengan putus asa untuk mencapai keselamatan di negara tetangga.

“Kami tidak punya tempat tujuan, kami tidak punya apa-apa,” kata Mohamed Hamayda, seorang warga Suriah yang mengungsi dari Deir al-Zahrani, kepada AFP, Selasa (24/9/2024).

Menteri Kesehatan Lebanon Firass Abiad mengatakan konvoi kendaraan yang mengevakuasi orang-orang dari daerah yang diserang telah menjadi target. Begitu pula dengan dua ambulans, sebuah truk pemadam kebakaran, dan sebuah pusat medis, dimana dua responden pertama tewas, tambahnya.

“Kami masih berada dalam perang dan masih berada dalam pergolakan serangan. Tanggung jawab kami belum berakhir,” tambah Abiad ketika Israel melanjutkan serangannya pada Selasa (24/9/2024). Lebih dari 16.500 orang terpaksa mengungsi di Lebanon akibat serangan Israel, kata koordinator kesiapsiagaan darurat pemerintah negara itu kepada CNN.

Hizbullah dan Israel telah berkonflik selama beberapa dekade, namun keduanya telah meningkatkan serangan lintas batas satu sama lain sejak Oktober 2023 lalu. Bersamaan dengan serangan Israel di Jalur Gaza dimulai setelah serangan mematikan kelompok pejuang Hamas pada 7 Oktober 2022 terhadap Israel.(Muh/*)