InternasionalPendidikan

California Batasi Pelajar Gunakan HP di Sekolah, Fokus ke Dunia Nyata, Bukan Layar Kaca

775
×

California Batasi Pelajar Gunakan HP di Sekolah, Fokus ke Dunia Nyata, Bukan Layar Kaca

Sebarkan artikel ini
Seorang siswi bernama Keiran George menggunakan ponsel pintar saat keluar dari Sekolah Menengah Ramon C Cortine di Los Angeles, AS pada 14 Agustus 2024. FOTO/ AP

posaceh.com, Sacramento – Seluruh sekolah di California, AS mulai membatasi penggunaan HP atau ponsel pintar oleh siswa. Hal itu berdasarkan undang-undang baru yang ditandatangani oleh Gubernur Partai Demokrat Gavin Newsom, Senin (23/9/2024).

Undang-undang tersebut menjadikan California negara bagian terbaru yang mencoba membatasi akses ponsel kepada para siswa yang sedang belajar di sekolah. Termasuk meminimalkan gangguan di kelas untuk mengatasi dampak kesehatan mental dari media sosial pada anak-anak.

Florida, Louisiana, Indiana dan beberapa negara bagian AS lainnya telah mengeluarkan undang-undang yang bertujuan membatasi penggunaan telepon pintar ke siswa di sekolah.
“Undang-undang baru ini akan membantu siswa fokus pada bidang akademis, pembangunan sosial, dan dunia nyata di depan mereka, bukan layar mereka, ketika berada di sekolah,” kata Newsom dalam sebuah pernyataan, seperti dirilis AP, Selasa (24/9/2024).

Namun beberapa pengkritik kebijakan pembatasan telepon mengatakan guru tidak seharusnya menanggung beban untuk menegakkan kebijakan tersebut. Ada pula yang khawatir peraturan tersebut akan mempersulit siswa untuk mencari bantuan jika terjadi keadaan darurat.

Tetapi, ada juga yang berpendapat, keputusan larangan telepon harus diserahkan kepada masing-masing distrik atau sekolah. “Kami mendukung distrik-distrik yang telah bertindak secara independen untuk menerapkan pembatasa, karena setelah meninjau kebutuhan para pemangku kepentingan, mereka memutuskan mana yang paling masuk akal bagi komunitas mereka dalam hal keselamatan, budaya sekolah, dan prestasi akademik,” kata Troy Flint, juru bicara Asosiasi Dewan Sekolah California.

“Kami hanya menentang mandat tersebut,” tambahnya. Gubernur kemudian mengirim surat bulan lalu, mendesak mereka untuk membatasi penggunaan perangkat telepon ke mahasiswa di kampus.
Hal ini terjadi pada hari ketika dewan distrik sekolah terbesar kedua di AS, Los Angeles Unified, memutuskan melarang penggunaan ponsel pada hari sekolah sejak Januari 2024 lalu.

Anggota Majelis Josh Hoover, seorang Republikan yang mewakili Folsom, memperkenalkan RUU tersebut kepada sekelompok anggota parlemen yang juga merupakan orang tua para siswa. Telepon dibatasi jika anak-anak berusia 15, 12, dan 10 tahun.

Dikatakan, banyak pelajar tidak selalu menyukai kebijakan tersebut, yang merupakan cerminan betapa ponsel dapat membuat ketagihan. “Kapan pun Anda berbicara tentang menghentikan kecanduan itu, terkadang hal itu akan sulit bagi siswa,” kata Hoover.

“Tetapi saya pikir secara keseluruhan mereka memahami mengapa hal ini penting, mengapa hal ini membantu mereka lebih fokus pada kelas dan mengapa hal ini benar-benar membantu mereka memiliki interaksi sosial yang lebih baik dengan teman-teman secara tatap muka ketika berada di sekolah,” jelasnya.

Beberapa orang tua telah menyampaikan kekhawatiran, larangan menggunakan ponsel di sekolah dapat memutuskan hubungan mereka dengan anak-anak jika terjadi keadaan darurat. Ketakutan tersebut menjadi sorotan setelah penembakan di sebuah sekolah menengah di Georgia menyebabkan empat orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka pada September 2024 ini.(Muh/*)