Pemerintah Aceh

Jasa Paket Internet dan Tukar Rupiah ke Riyal Diminati Jamaah Selama di Asrama Haji

535
×

Jasa Paket Internet dan Tukar Rupiah ke Riyal Diminati Jamaah Selama di Asrama Haji

Sebarkan artikel ini
Petugas layanan telekomunikasi )baju pink) membantu memasukkan paket data internet seorang jamaah haji asal Aceh Timur di depan pondok penginapan jamaah perempuan di Asrama Haji Banda Aceh, Minggu (18/5/2025). FOTO/MUHAMMAD NUR

posaceh.com, Banda Aceh – Jasa paket internet dari sejumlah operator telekomunikasi dan pertukaran uang rupiah ke Riyal sangat diminati para jamaah saat berada di Asrama Haji Banda Aceh selama satu hari.

Kehadiran penyedia jasa telekomunikasi dan Riyal ini sudah ada sejak hari pertama kedatangan jamaah calon haji (JCH) pada Sabtu (17/52025) untuk memberi kemudahan para jamaah mendapatkan uang riyal dan paket berkomunikasi dengan anggota keluarga saat berada di Tanah Suci.

Untuk jasa telekomunikasi, para petugas berkeliling di seputaran Asrama Haji untuk menawarkan paket agar tetap bisa terhubung dengan anggota keluarga. Seperti paket Tri yang menawarkan paket bervariasi, dari Rp 400 ribu sampai Rp 750 ribu untuk masa aktif selama sebulan atau 30 hari.

Penyedia telekomunikasi Telkomsel juga hadir dengan mendirikan tenda di depan depan penginapan jamaah bersama penyedia jasa lainnya. Untuk penukaran uang rupiah ke Riyal, ada BSI dan Bank Muamalat serta Nano Bank Syariah.

Sehingga, bagi jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, tidak perlu khawatir mengenai uang riyal dan paket internet. Kakanwil Kemenag Aceh/Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Aceh Drs H Azhari MSi mengatakan, hadirnya booth sejumlah perbankan dan provider juga untuk memudahkan para jamaah haji mendapatkan layanan.

Petugas Bank Muamalat melayani penukaran uang rupiah ke riyal di Asrama Haji Banda Aceh. FOTO/MCH ACEH

Dia menyatakan seluruh jamaah membutuhkan mata uang Arab Saudi (SAR) dan kartu internet untuk berkomunikasi dengan keluarga di Aceh. Dalam memberikan pelayanan, bank sudah menyediakan paket penukaran dalam jumlah Rp 1,2 juta, yang nanti akan ditukarkan dengan uang senilai 250 riyal, dengan pecahan 5, 10, 50, dan 100 riyal.

Semua bank menetapkan kurs yang sama untuk melakukan penukaran. Regional CEO BSI Aceh, Wachjono menjelaskan untuk optimalisasi layanan dan penukaran uang riyal, BSI membuka booth di Asrama Haji Banda Aceh mulai 17 sampai dengan 30 Mei 2025 yang siap melayani para jamaah haji dan pengunjung.

“Total penukarannya sekitar Rp 30 jutaan untuk per harinya, tergantung jumlah jamaah dalam satu kloter. Ada juga sampai Rp35 juta,” kata petugas jasa penukaran uang Riyal milik BSI, di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Siti Kartika Rahmatillah.

Dia menjelaskan adapun jamaah yang paling banyak menukar uang rata-rata jamaah berasal dari luar Banda Aceh. Hal itu dikarenakan terbatasnya akses penukaran uang di daerah. Tak hanya itu, jamaah yang menukar uang juga diberikan souvenir seperti bantal leher dan payung kecil.

Namun, kata Azhari, bagi jamaah yang tidak menukarkan uang, mereka juga sudah diberikan living cost (biaya hidup) oleh petugas sebesar 750 riyal atau sekira Rp 3,3 juta. “Jadi kalau tidak tukar uang, setiap jamaah juga sudah pegang riyal dari living cost,” ujarnya.

Selain itu, untuk kartu internet, provider telekomunikasi seperti Telkomsel, Tri, Indosat, dan XL hadir memberikan beragam layanan paket internet haji. Mulai mulai paket sepekan, 30 hari, hingga paket 45 hari. Paket juga dibagi ada yang full akses atau all in one, dan ada juga paket yang khusus untuk penggunaan WhatsApp (WA).

Harga yang dibanderol oleh pihak provider sangat bervariasi, mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 jutaan. Bahkan juga ada paket khusus menelepon yang dimulai dari Rp 50 ribu per hari. Karena banyak ragam paket yang ditawarkan, jamaah pun dapat bebas memilih layanan.

“Kalau yang beli banyak, kalau yang muda-muda beli sendiri, tapi kalau yang sudah tua biasanya dibelikan oleh keluarganya,” ujar Vebi, petugas dari Telkomsel. Bahkan, ada jamaah yang tidak bisa mengisi sendiri paket, sehingga harus dibantu oleh petugas penjual agar dapat digunakan saat di Tanah Suci.(Muh)