Internasional

Israel Sempat Khawatirkan Mobil Listrik Dirudal Iran, Dipindahkan Dari Pelabuhan

492
Ribuan unit mobil listrik dan hybrid di pelabuhan Israel telah dipindahkan dari pelabuhan, khawatir dirudal Iran pada Selasa (24/6/2025). FOTO/AFP

posaceh.com, Tel Aviv – Saat perang Iran-Israel sedang meletus, Otoritas Pengapalan dan Pelabuhan Israel memerintahkan para importir mobil segera memindahkan seluruh mobil listrik dari pelabuhan-pelabuhan di Israel.

Hal tersebut disebabkan ancaman mobil listrik murni dan hybrid yang dikenal rentan mengalami kebakaran atas kondisi lingkungan maupun situasi lain. Otoritas meminta kendaraan-kendaraan itu dipindahkan dari Pelabuhan Haifa dan Ashdit, mengutip The Maritime Executive pada Selasa (24/6/2025).

Ribuan unit mobil listrik ini dipindahkan ke tempat parkir kosong yang jauh dari infrastruktur vital, tetapi lokasi pemindahan ini masih belum diketahui, seperti dikutip dari CNN, Senin (30/6/2025).

Mengutip Carscoops, pelabuhan Haifa mencatat pergerakan hampir 20 juta ton kargo setiap tahunnya, menjadikannya pelabuhan tersibuk di seluruh Israel. Hal ini menjadikannya target menarik, dan otoritas khawatir rudal Iran mendarat di pelabuhan dan mengenai kendaraan listrik.

Jika sampai terjadi, kebakaran akibat mobil listrik yang dikenal sangat sulit dipadamkan bisa menjadi masalah besar, apalagi sampai terjadi bersamaan dengan kendaraan lain. Meskipun itu adalah skenario terburuk, kekhawatiran tersebut tampaknya tengah diperhitungkan oleh pejabat Israel.

Perang antara Israel dan Iran berlangsung selama 12 hari sejak Israel meluncurkan serangan mendadak terhadap program nuklir Iran serta sejumlah pejabat militer dan ilmuwan di Teheran pada Jumat (13/6/2025) dan gencatan senjata telah disepakati kedua belah pihak.

Sebagai respons, Iran dilaporkan telah menembakkan lebih dari 400 rudal dan ratusan drone ke arah Israel. Amerika Serikat sempat terlibat dalam konflik dengan membombardir tiga situs nuklir Iran.

Iran pun membalas dengan menyerang Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Meski tampak sebagai eskalasi besar, serangan ini disebut sebagai respons yang terukur karena Iran kabarnya telah memperingatkan AS sebelum serangan dilakukan.(Muh/*)

Exit mobile version