posaceh.com, Jakarta – Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengklaim telah meluncurkan lebih dari 10.800 serangan udara ke Iran selama serangan gabungan dengan Amerika Serikat (AS) sejak akhir Februari lalu.
Melalui platform X, Sabtu (11/4/2026), IDF juga mengklaim telah menghantam 4.000 target strategis dan 6.700 situs militer di Iran.
Selain puluhan pesawat tempur, IDF turut menggunakan lebih dari 18.000 amunisi dalam serangan tersebut. Jumlah amunisi ini hampir lima kali lipat lebih banyak dibanding perang 12 hari terhadap Iran pada Juni tahun lalu.
Serangan gabungan Israel-AS sejak 28 Februari telah memperburuk keamanan di Timur Tengah. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta beberapa negara tetangga yang menampung aset militer AS seperti Yordania, Qatar dan Uni Emirat Arab.
Setelah berkonflik selama 40 hari, kesepakatan gencatan senjata terjadi pada 8 April 2026. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, AS dan Iran sepakat gencatan senjata selama dua minggu dan akan bertemu di Islamabad. Tujuannya untuk mewujudkan perdamaian permanen.(Muh/*)











