Internasional

Invasi Israel di Timur Tengah Paling Gemparkan Dunia Sepanjang 2024

847
Jet tempur Israel membombardir Pangkalan Militer Angkatan Laut Suriah pada Desember 2024. FOTO/AFP

posaceh.com, Jakarta – Dari sejumlah peristiwa di dunia, invasi Israel ke Timur Tengah, mulai dari Palestina, Lebanon, Suriah sampai Yaman menjadi peristiwa paling menggemparkan dunia sepanjang 2024. Banyak pengamat khawatir konflik di Timur Tengah bisa mengganggu stabilitas dunia, akibat ulah Israel yang tanpa bisa dibendung.

Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dikenal keras kepala, bahkan berani menentang perintah Presiden AS Joe Biden yang akan segera digantikan si nyentrik Donald Trump. Baru-baru ini, jet tempur Israel membombardir negara termiskin di Timur Tengah, Yaman tanpa ampun.

PBB yang meminta Israel menghentikan serangan ke negara tetangganya, bukannya makin membaik, malahan memperluas serangan dengan alasan membela diri. Suriah yang menjadi korban keganasan Israel seusai ditinggalkan Presiden Suriah Bashar Al Assad benar-benar hancur dibuatnya tanpa bisa memberi perlawanan.

Palestina yang telah menjadi ajang genosida atau pembersihan etnis tidak bisa dihitung lagi jumlah serangan yang dilakukan Israel, baik dari darat maupun udara. Israel yang berharap dapat merubah Jalur Gaza seperti Singapura di Timur Tengah terus mendapat perlawanan dari kelompok Hamas dan sayap militernya. Puluhan ribu warga Gaza telah merenggang nyawa akibat agresi membabi-buta Zionis.

Ribuan warga Korea Selatan melakukan demonstrasi menuntut Presiden Yoon Suk Yeol mundur di Seoul, Desember 2024. FOTO/AFP

Itu bagian dari sederet peristiwa politik yang memanas hingga perang masih mewarnai sepanjang 2024. Timur Tengah di tahun ini masih menjadi perhatian komunitas internasional, mulai dari agresi Israel di Palestina yang tak kunjung henti hingga perang rudal Iran-Israel.

Di Asia, peristiwa politik paling dramatis mengguncang sejumlah negeri seperti Bangladesh dan Korea Selatan. Tahun ini juga bak tahun politik global lantaran banyak negara menggelar pemilihan umum termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. Berikut peristiwa menggemparkan sepanjang 2024.

1. Perang rudal Iran-Israel

Perang itu muncul usai pasukan Israel membombardir fasilitas diplomatik Iran di Suriah pada 1 April 2024. Serangan ini menewaskan dua komandan pasukan khusus dan empat perwira militer Iran. Iran tak tinggal diam, dua pekan kemudian mereka meluncurkan ratusan rudal secara langsung ke Israel.

Serangan itu berhasil dihalau karena sekutu dekat Israel, Amerika Serikat, dan Yordania disebut turut membantu mencegat rudal Iran. Kemudian pada 19 April 2024, Israel balik menyerang Iran dengan menargetkan fasilitas militer.

Serangan itu sempat membuat Iran menutup wilayah udara dan segera mengaktifkan sistem pertahanan udara. Pemerintah berulang kali menyatakan akan membalas Israel dengan lebih keras. Di tengah kemarahan Iran, mereka kehilangan Presiden Ebrahim Raisi yang tewas dalam kecelakaan pesawat pada Mei 2024.

Kepulan asap membumbung tinggi dari lokasi serangan jet tempur Israel di Ibu Kota Sana, Yaman pada Desember 2024. FOTO/AFP

Lalu pada Juli 2024, Iran kian dongkol ke Israel usai bos Hamas Ismail Haniyeh tewas dalam operasi pasukan Zionis di Teheran. Hamas merupakan milisi yang dilaporkan mendapat dukungan dan pelatihan dari Iran. Belum reda kemarahan mereka, Israel menghabisi ketua milisi Hizbullah, Hassan Nasrallah, pada September 2024. Operasi ini juga menewaskan jenderal utusan Iran.

Iran murka dan membalas Israel dengan meluncurkan 200 rudal balistik hingga hipersonik pada 1 Oktober 2024. Serangan ini mengenai sistem pertahanan tercanggih Negeri Zionis, Iron Dome.

“Beri tahu [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu bahwa Iran bukanlah negara yang suka berperang, tetapi Iran berdiri teguh melawan ancaman apa pun,” kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Israel menganggap balasan Iran sebagai serangan rudal terbesar dalam sejarah.

Beberapa pekan kemudian, pasukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu balik meluncurkan gempuran. Mereka menyerang empat kota Iran dan menyasar fasilitas militer termasuk gudang senjata dan situs untuk mengembangkan nuklir.

2. Israel invasi tetangganya

Di tengah agresi di Palestina dan konflik yang membara dengan Iran, Israel meluncurkan invasi ke Lebanon. Serangan intensif mereka terendus saat ribuan pager meledak di Lebanon pada 17 September 2024 dan Israel dianggap sebagai dalang insiden ini.

Tak lama setelah itu, Israel membunuh komandan strategis Hizbullah hingga Hassan Nasrallah. Menteri Pertahanan Israel Ketika itu Yoav Gallant bahkan sempat mengatakan negara dia sedang memasuki perang fase baru.

Kemudian pada 1 Oktober 2024, Israel meluncurkan invasi ke Lebanon selatan. Mereka mengklaim hanya menyasar infrastruktur Hizbullah. Namun, kenyataannya pasukan Israel menembaki kamp pengungsian hingga menyerang pos pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Pada Desember 2024, Israel menggempur habis fasilitas militer negara Suriah sesuai ditinggalkan Presiden Bashar Al Assad. Bahkan, memperluas kekuasaan di Dataran Tinggi Golan yang telah diperebutkan sejak lama. Israel mengklaim akan menguasai wilayah itu selamanya.

Masih Desember 2024, Israel menggempur wilayah Yaman, dengan target fasilitas militer dan energi negara miskin itu. Bahkan, jet tempur AS di Kapal Induk yang berlabuh di perairan Laut Merah ikut membantu membombardir Ibu Kota Sanaa. Yaman telah mengirim ratusan rudal ke Israel sebagai balasan atas agresi tanpa henti Israel ke Palestina.

3. Revolusi Gen Z Bangladesh

Bangladesh sempat menjadi sorotan dunia karena demo besar-besaran yang berhasil menggulingkan Perdana Menteri Sheikh Hasina (76) pada Agustus lalu. Demo ini dijuluki revolusi Gen Z. Peserta aksi berisi mahasiswa-mahasiswi yang berusia 18 hingga 23 tahun.

Protes Gen Z itu menguar sejak Juli lalu. Mereka saat itu menuntut pembatalan kuota pegawai negeri sipil (PNS) bagi keluarga pejuang yang dianggap diskriminatif. Kuota PNS ini menjadi cara Hasina melanggengkan kekuasaan dengan menempatkan para pendukungnya di lembaga pemerintah.

Sistem kuota itu muncul saat Bangladesh menghadapi angka pengangguran yang meningkat drastis, lapangan kerja tak cukup bagi masyarakat, hingga ekonomi yang melemah. Di Bangladesh, lebih dari 30 juta orang tidak memiliki pekerjaan atau pendidikan.

Demo kuota PNS yang berawal damai berujung kerusuhan dan menewaskan sekitar 300 orang. Saat itu, pasukan keamanan meluncurkan peluru karet dan para pedemo juga banyak yang membawa tongkat. Hasina lantas menyalahkan oposisi dan memutus internet di seluruh negeri.

Kematian para demonstran menjadi api para mahasiswa-mahasiswi kembali menggelar aksi. Mereka tak puas dengan tindakan pemerintah dan menuntut Hasina mundur. Para pedemo lalu merangsek ke Istana PM di Dhaka. Hasina lalu mundur dan kabur ke luar negeri.

Profesor yang mengkaji isu kekerasan politik dari Universitas Cornell, Sabrina Karim, mengatakan api revolusi menjalar di antara kaum muda saat melihat kawan-kawan mereka tewas. Semangat perubahan itu bahkan tak bisa dihentikan jam malam atau pemblokiran internet. “Ini mungkin merupakan revolusi pertama yang dipimpin oleh Generasi Z yang berhasil,” kata Karim, dikutip CNN.

4. Penembakan Trump hingga menang Pilpres AS

Donald Trump turut menjadi sorotan dunia karena tertembak saat kampanye untuk pemilu Amerika Serikat di Pennsylvania pada Juli lalu. Dia mengalami luka di bagian telinga kanan. Foto Trump mengepalkan tangan usai ditembak pun viral di media sosial.

Sejumlah pengamat menilai insiden itu membuat nama Trump di atas angin saat Partai Demokrat sibuk mempertanyakan kandidat presiden mereka. Pemilu di AS berlangsung pada November. Trump berhasil mengalahkan calon dari Demokrat Kamala Harris. Dia mengantongi lebih dari 51 persen suara populer dan 299 suara elektoral.

5. Drama darurat militer Korsel

Korea Selatan mengalami peristiwa politik paling dramatis usai Presiden Yoon Suk Yeol mendeklarasikan darurat militer pada 3 Desember. Yoon mengatakan darurat militer perlu diambil untuk menjaga negara dan kekuatan anti negara yang ingin menghancurkan Korsel. Kekuatan anti negara yang dimaksud adalah oposisi yang menguasai parlemen, demikian dikutip Korea Herald.

Status darurat militer memicu kecaman, kekacauan, hingga demo besar-besaran dari warga Korsel. Mereka mendesak Yoon mundur atau dimakzulkan. Lalu pada 14 Desember, parlemen berhasil memakzulkan Yoon melalui pemungutan suara.

Usai pemakzulan, Yoon dibebastugaskan dari tugas dan wewenang sebagai presiden. Posisi ini sementara dipegang Perdana Menteri Han Duck Soo hingga muncul putusan Mahkamah Konstitusi Korsel soal status pemakzulan.

Saat ini, status pemakzulan sedang diproses di MK Korsel dan akan memakan waktu hingga 6 bulan. Yoon juga dalam investigasi karena dianggap melakukan pemberontakan dan pengkhianatan usai darurat militer.

6. Rezim Assad runtuh

Kembali lagi soal Timur Tengah. Kekuasaan Presiden Suriah Bashar Al Assad yang berlangsung selama 24 tahun runtuh dalam hitungan hari. Sejak akhir November, milisi Hayat Tahrir Al Sham (HTS) melancarkan serangan ke Suriah. Lalu pada awal Desember mereka berhasil menguasai kota terbesar kedua, Aleppo.

Aleppo sekaligus menjadi gerbang milisi untuk menyerbu dan menguasai Damaskus. Pada 8 Desember mereka berhasil menguasai Damaskus dan mendeklarasikan keruntuhan rezim Assad. Dia dan keluarganya kabur ke Rusia.

Lebih dari sepekan usai Suriah dikuasai HTS, Assad tak kunjung bicara. Lalu pada 16 Desember, dia mengeluarkan pernyataan perdana. Assad menyebut milisi yang saat ini mengendalikan Suriah adalah teroris. Selama ini, dia kerap melabeli siapa saja yang menentang pemerintahannya sebagai teroris.

“Ketika negara jatuh ke tangan terorisme dan kemampuan memberi kontribusi yang berarti hilang, posisi apapun jadi tak ada gunanya,” kata dia dalam rilis resmi pada Senin (16/12), dikutip AFP.

Assad juga membantah dia angkat kaki dari Damaskus saat milisi menyerbu ibu kota Suriah itu. “Kepergian saya dari Suriah tak direncanakan dan tak terjadi di jam-jam terakhir pertempuran, ” ujar dia.

7. Desember kelabu di Kazakhstan hingga Korsel

Desember jadi bulan paling kelabu bagi dunia dirgantara di sejumlah negara. Sejumlah kecelakaan pesawat penumpang terjadi di bulan itu. Terparah adalah kecelakaan Azerbaijan Airlines dan maskapai Korea Selatan Jeju Airlines. Azerbaijan Airlines jatuh di Kazakhstan menewaskan 39 orang diduga kena sasaran rudal Rusia.

Jeju Airlines meledak dan menewaskan 179b orang setelah mendarat darurat di Bandara Muan, Korsel, diduga karena menabrak burung sehingga mengalami kerusakan mesin. Roda bagian depan juga tidak berfungsi sehingga pesawat mendarat tak bisa melakukan pengereman dan menabrak beton kemudian meledak.

Pesawat Air France juga mengalami masalah darurat sehingga kembali ke Paris karena masalah mesin pesawat. Begitu pula pesawat KLM Belanda yang melakukan pendaratan darurat.(Muh/*)

Exit mobile version