Internasional

Hizbullah Tembakkan 180 Roket ke Israel, Penduduk Kota Pelabuhan Panik

1063
×

Hizbullah Tembakkan 180 Roket ke Israel, Penduduk Kota Pelabuhan Panik

Sebarkan artikel ini
Seorang pekerja darurat memeriksa bangunan tempat tinggal yang rusak terkena serangan roket Hizbullah yang ditembakkan dari Lebanon di Kiryat, Haifa, Israel, Selasa (8/10/2024). Foto/AP

posaceh.com, Beirut – Pejuang Hizbullah di Lebanon kembali menembakkan seratusan roket ke wilayah Israel yang menyebabkan kepanikan warga di kota pelabuhan Israel itu pada Selasa (8/10/2024).

Penjabat pemimpin kelompok Hizbullah berjanji akan terus menekan yang telah memaksa puluhan ribu warga Israel meninggalkan rumah mereka di dekat perbatasan Lebanon.

Militer Israel mengatakan pihaknya mengirim lebih banyak pasukan darat ke Lebanon selatan dan seorang komandan senior Hizbullah tewas dalam serangan udara.

Lusinan roket yang ditembakkan oleh Hizbullah ditujukan hingga ke selatan Haifa. Pemerintah Israel langsung mengeluarkan peringatan ke penduduk di utara kota pesisir itu untuk membatasi kegiatan.

Bahkan, banyak sekolah ditutup, saat Mmiliter Israel mengatakan Hizbullah meluncurkan sekitar 180 roket melintasi perbatasan.

Sheikh Naim Kassem, penjabat pemimpin Hizbullah mengatakan kemampuan militernya tetap utuh setelah berminggu-minggu serangan udara besar-besaran Israel di sebagian besar Lebanon, dan serangan yang menewaskan komandan utamanya dalam hitungan hari.

Dia mengatakan pasukan Israel belum bisa maju sejak melancarkan serangan darat ke Lebanon Selatan pekan lalu. Namun, Militer Israel menyatakan pasukan daranya terus melakukan serangan darat di Lebanon selatan, saat milisi Hizbullah meluncurkan sejumlah roket yang menargetkan Israel Utara.

Salvo tersebut ditembakkan ke berbagai sasaran di Israel utara, kata milisi yang didukung Iran dalam sebuah pernyataan. Tentara Israel mengatakan peringatan serangan udara telah dikeluarkan di beberapa lokasi dekat perbatasan Lebanon.

Sekitar 180 roket menargetkan wilayah Galilea di Israel dan Haifa, kota terbesar ketiga Israel pada Selasa (8/10/2024). Namun sebagian besar dapat dicegat, kata tentara. Beberapa rudal juga menghantam pinggiran kota Haifa, katanya.

Times of Israel, Rabu (9/10/2024) menggambarkan sebagai serangan roket terbesar di kota pelabuhan tersebut sejak Hizbullah mulai menembaki Israel utara setahun lalu.

Pasukan darat Israel telah merebut pos militer Hizbullah selama kemajuan mereka ke wilayah Lebanon, menurut sumber keamanan di Lebanon. Hizbullah membenarkan bendera Israel telah dikibarkan di pos dekat kota Maroun al-Ras.

Sumber keamanan Lebanon mengatakan kendaraan militer Israel terlihat di dekat tentara yang ditempatkan di sana sebagai bagian dari misi pengamat PBB, UNIFIL. Belum ada konfirmasi langsung dari militer Israel.

Juru bicara Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), Andrea Tenenti kepada DPA mengatakan bentrokan bersenjata antara pasukan Israel dan Hizbullah terjadi sangat dekat dengan posisi UNIFIL.

“Kami berada di tengah-tengah,” kata Tenenti, seraya menambahkan pertempuran ini membahayakan kelompok Helm Biru.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres kemudian mengatakan tank-tank Israel dan elemen bersenjata lainnya yang berada di sekitar posisi 652 telah pergi.

Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah mengerahkan divisi keempat di Lebanon selatan. Divisi itu sebagai unit militer besar yang terdiri dari beberapa brigade dan biasanya terdiri dari ribuan tentara.

Laporan menunjukkan tiga divisi Israel lainnya saat ini dikerahkan di sektor depan tengah dan timur. Sedangann Hizbullah telah melancarkan serangan terhadap Israel selama setahun terakhir, mengklaim sebagai bentuk solidaritas dengan Hamas di Jalur Gaza.

Baku tembak yang sering terjadi telah memakan korban jiwa di kedua belah pihak. Tujuan Israel saat ini, mengusir milisi Hizbullah dari perbatasan, sehingga sekitar 60.000 warga Israel yang dievakuasi dapat kembali ke rumah mereka.(Muh/*)