Pemko Banda Aceh

Hasnanda Putra: Perempuan Memiliki Peran Strategis dalam Kepemimpinan dan Pencegahan Narkoba

25
×

Hasnanda Putra: Perempuan Memiliki Peran Strategis dalam Kepemimpinan dan Pencegahan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Hasnanda Putra, S.T., M.M., M.T., dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh menyampaikan materi Pelatihan Kepemimpinan Bagi Perempuan Tahun 2026 di Hotel Hanifi, Banda Aceh, Jumat (05/06/2026). FOTO/BEDU SAINI

posaceh.com, Banda Aceh – Hasnanda Putra, S.T., M.M., M.T., Aktivis Pemuda Aceh dan juga Kabag Umum Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh menjadi pemateri pada Pelatihan Kepemimpinan bagi Perempuan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh, Jumat (5/6/2026).

Dalam pemaparannya, Hasnanda mengulas sejarah ketangguhan perempuan Aceh yang sejak dahulu memiliki peran penting dalam kepemimpinan dan perjuangan masyarakat Aceh. Menurutnya, perempuan Aceh telah menunjukkan kapasitas dan kontribusi besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam membangun dan mempertahankan peradaban masyarakat.

Hasnanda yang juga mantan Ketua KNPI Kota Banda Aceh menjelaskan bahwa kepemimpinan perempuan sangat penting untuk memperkuat representasi perempuan di ruang publik, mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif, serta membangun komunikasi yang tangguh dan kolaboratif dalam berbagai sektor pembangunan.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya menghapus stigma yang membatasi peran perempuan hanya pada urusan domestik. Perempuan, kata dia, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan serta mengambil peran strategis dalam kepemimpinan.

Hasnanda Putra, S.T., M.M., M.T., dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh foto bersama peserta Pelatihan Kepemimpinan Bagi Perempuan Tahun 2026 di Hotel Hanifi, Banda Aceh, Jumat (05/06/2026). FOTO/BEDU SAINI

Dalam kesempatan tersebut, Hasnanda juga mengajak para peserta untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, peredaran dan penyalahgunaan narkoba saat ini telah merambah seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.

“Narkoba dapat menurunkan fungsi otak, memengaruhi kepribadian, serta memicu berbagai gangguan psikologis, termasuk stres dan ketergantungan,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya dirasakan oleh individu pengguna, tetapi juga dapat merusak keharmonisan keluarga dan lingkungan sosial. Karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting dalam upaya pencegahan.

Hasnanda menekankan bahwa ibu memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan, pembinaan, dan edukasi kepada anggota keluarga guna mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan kepemimpinan yang lebih baik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam keluarga dan masyarakat, termasuk dalam upaya menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.(Hadi)