posaceh.com, Banda Aceh – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh, Tiara Sutari, S.STP., M.M., menjadi narasumber pada Pelatihan Kepemimpinan bagi Perempuan Tahun 2026 yang digelar di Banda Aceh, Jumat (5/6/2026).
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Kepemimpinan bagi Perempuan: Memimpin dengan Integritas, Menginspirasi dengan Aksi, Mewujudkan Perempuan yang Bermakna”, Tiara mengulas sejarah perempuan Aceh yang memiliki peran penting dalam kepemimpinan dan perjuangan masyarakat.
Menurutnya, Aceh tidak hanya melahirkan para pahlawan yang berani di medan perjuangan, tetapi juga sosok-sosok perempuan pemimpin yang memiliki kedudukan setara dalam kehidupan sosial masyarakat. Dalam sejarah Aceh, perempuan tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi juga tampil sebagai tokoh utama dalam kepemimpinan, perjuangan, dan pembentukan peradaban.
Tiara menekankan bahwa perempuan masa kini harus mampu menjadi inspirasi dan teladan bagi generasi muda. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan terus berprestasi dan berkontribusi, berani serta percaya diri, terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri, berbagi ilmu dan pengalaman, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Selain itu, perempuan juga perlu memperkuat nilai-nilai Islami dan budaya, aktif berpartisipasi di ruang publik dan kepemimpinan, serta mendorong lahirnya generasi muda perempuan yang berkualitas.
Meski demikian, Tiara mengakui bahwa perempuan masih menghadapi berbagai tantangan dalam kepemimpinan. Namun, di tengah perkembangan zaman yang semakin maju, perempuan memiliki peluang besar untuk tampil sebagai agen perubahan dalam berbagai bidang pembangunan.
“Melalui pelatihan kepemimpinan perempuan ini, kami ingin meningkatkan kapasitas kepemimpinan perempuan agar lebih percaya diri tampil sebagai agen perubahan. Kami berharap para peserta mampu meningkatkan keterampilan manajerial dan kepemimpinan sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi wadah penguatan kapasitas perempuan dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam pembangunan daerah.(Hadi)











