Pemko Banda Aceh

Hardikda ke-67 Banda Aceh, Ribuan Siswa Ramaikan Pameran Karya dan Inovasi

64
×

Hardikda ke-67 Banda Aceh, Ribuan Siswa Ramaikan Pameran Karya dan Inovasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah membuka Pameran Hasil Karya Siswa dan Guru dalam rangka Hardikda ke-67 di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Selasa (15/9/2026). FOTO/RINALDI

*Dibuka Wawalkot Afdhal di Taman Bustanussalatin

posaceh.com, Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, secara resmi membuka Pameran Hasil Karya Siswa dan Guru dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-67 di Taman Bustanussalatin, Selasa (15/9/2026).

Mengusung tema “Satu Semangat, Sejuta Karya untuk Pendidikan Kota Banda Aceh”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa dan guru untuk menampilkan berbagai karya dan inovasi, sekaligus dirangkai dengan Diseminasi Program Guru Berdaya serta pengenalan Program Inspirasi Karakter Orisinal Nusantara (IKON).

Beragam karya ditampilkan melalui sejumlah booth yang disediakan panitia, mulai dari seni, budaya, kerajinan siswa, inovasi pembelajaran guru hingga karya kewirausahaan. Kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya dari para pelajar.

Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah berswafoto bersama para siswa di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Selasa (15/9/2026). FOTO/RINALDI

Dalam sambutannya, Afdhal mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Poetra Sampoerna Foundation, para siswa dan guru, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurut Afdhal, pameran hasil karya siswa dan guru bukan sekadar kegiatan seremonial dalam rangka memperingati Hardikda, tetapi menjadi momentum untuk melihat perkembangan pendidikan sekaligus mendorong guru dan siswa agar terus tumbuh melalui karya dan inovasi.
“Ini merupakan momentum untuk melihat kembali bagaimana pendidikan kita berjalan dan apa yang harus terus kita perbaiki,” kata Afdhal.

Ia menilai perubahan zaman menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Karena itu, guru harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan metode pembelajaran, sementara siswa perlu diberikan ruang yang cukup untuk mengeksplorasi potensi dan kreativitas mereka.

Kepada para siswa, Afdhal berpesan agar tidak takut mencoba dan gagal. Menurutnya, keberanian untuk belajar dari kesalahan merupakan bagian penting dalam proses membangun kemampuan.
“Anak-anak sekalian, saya mau titip satu hal. Kalau mau punya kemampuan, kita harus berani mencoba. Tidak apa-apa kalau belum sempurna. Tidak apa-apa kalau pernah salah. Yang penting mau belajar, mau memperbaiki, dan mau mencoba lagi,” ujarnya.

Afdhal juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru melalui Program Guru Berdaya dan Program IKON. Ia berharap berbagai program tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Saya berharap program seperti ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Yang paling penting adalah apa yang kita dapatkan bisa dibawa kembali ke sekolah dan diterapkan dalam proses pembelajaran,” ucapnya.

Ia menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan sangat berkaitan dengan penguatan kapasitas para guru. Dengan guru yang terus belajar dan berkembang, proses pembelajaran diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan peserta didik di tengah perubahan zaman.

Di akhir sambutannya, Afdhal secara resmi membuka Pameran Hasil Karya Siswa dan Guru dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim.
“Semoga kegiatan Pameran Hasil Karya Siswa dan Guru ini memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan di Kota Banda Aceh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, mengatakan pameran tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hardikda ke-67 yang bertujuan mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh.

Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah berbincang dengan para siswa di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Selasa (15/9/2026). FOTO/RINALDI

“Tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Banda Aceh,” ujar Sulaiman.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dengan memberikan ruang kepada sekolah untuk menampilkan berbagai karya dan inovasi yang dihasilkan siswa maupun guru.
“Di sini kita memberi ruang untuk menampilkan karya dan inovasi siswa dan guru, mulai dari seni, budaya, kerajinan siswa, inovasi pembelajaran guru, hingga karya kewirausahaan,” ujarnya.

Sulaiman menyebutkan, sekitar 2.000 siswa tingkat SD dan SMP se-Kota Banda Aceh diproyeksikan hadir secara bergilir selama pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan hasil kolaborasi antara Disdikbud Banda Aceh dengan Poetra Sampoerna Foundation, Bank Aceh Syariah, serta seluruh sekolah di bawah naungan Disdikbud Banda Aceh.

Turut hadir pada pembukaan tersebut Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesra Setdako Banda Aceh Bachtiar, unsur pimpinan Poetra Sampoerna Foundation, perwakilan Bank Aceh Syariah, para pengawas, kepala sekolah, guru, serta peserta didik se-Kota Banda Aceh. (Rinaldi)