ParlementariaPemko Banda Aceh

Farid Nyak Umar Inisiasi Pemberian Asupan Nutrisi untuk Anak di Banda Aceh

17
×

Farid Nyak Umar Inisiasi Pemberian Asupan Nutrisi untuk Anak di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar, menyerahkan makanan bergizi kepada warga, di Banda Aceh, Rabu (16/9/2026). FOTO/ HUMAS DPRK BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, kembali menginisiasi kegiatan Sosialisasi dan Pemberian Asupan Nutrisi untuk Anak sebagai bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, melalui Dinas Kesehatan Banda Aceh, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar di tiga gampong, pada Senin (14/9/2026), kegiatan berlangsung di halaman Masjid Al Huda Gampong Laksana, dilanjutkan Selasa (15/9/2026) di Meunasah Gampong Lampulo dan Rabu (16/9/2026) di Masjid Al Abrar Gampong Lamdingin.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Aceh. Di Gampong Laksana, materi disampaikan Meiliza di Posyandu Harapan Ibu. Selanjutnya, dr Khairunnisa, M.Gizi, Sp.GK menjadi narasumber di Posyandu Cahaya Mata Gampong Lampulo. Sementara di Posyandu Melati Gampong Lamdingin, materi disampaikan dr Nanda, Sp.OG dan dr Bengi Muthmainnah.

Dalam pelaksanaannya, warga membawa bayi dan balita untuk mengikuti sosialisasi tersebut. Selain mendapat edukasi tentang gizi dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), peserta juga menerima paket asupan nutrisi berupa buah-buahan, sayuran, dan telur.

Pada kesempatan itu, Farid Nyak Umar mengatakan, pemenuhan gizi anak merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang dan mencegah stunting.

“Anak yang sehat dan cerdas tumbuh dari keluarga yang peduli, lingkungan yang mendukung, serta layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas,” ujar politisi PKS itu.

Foto bersama pada Sosialisasi dan Pemberian Asupan Nutrisi, di Banda Aceh, Rabu (16/9/2026). FOTO/ HUMAS DPRK BANDA ACEH

Menurut Farid, usia 0–5 tahun merupakan periode penting bagi perkembangan anak. Karena itu, pemenuhan gizi harus menjadi perhatian sejak dini.

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi juga menyangkut kecerdasan, produktivitas, dan masa depan generasi,” katanya.

Farid juga menekankan pentingnya kesehatan ibu sebagai bagian dari upaya membangun generasi sehat. Perhatian tersebut mencakup pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui, pemeriksaan rutin di Posyandu, edukasi pola makan sehat, serta kebersihan lingkungan.

Ia turut mengapresiasi peran kader Posyandu dalam mendampingi keluarga. Menurutnya, Posyandu memiliki peran penting dalam pemantauan pertumbuhan anak, imunisasi, edukasi gizi, serta deteksi dini masalah kesehatan ibu dan anak.

“Investasi pada kesehatan ibu dan anak adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan Banda Aceh,” ungkap Ketua Komisi IV itu.

Sebagai Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid menegaskan akan terus mengawal kebijakan dan anggaran kesehatan ibu dan anak, memperkuat Posyandu sebagai pusat edukasi keluarga, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, gampong, tenaga kesehatan, dan lembaga pendidikan.(Why/*)