
posaceh.com Banda Aceh – Momentum Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke 62 pada 2021 ini dapat mendorong semangat dalam menguatkan sistim pendidikan Aceh.
Kecuali itu, dapat terus menumbuhkan semangat merdeka belajar menuju Aceh Carong, meski di tengah pandemi corona virus desease (Covid-19) yang masih terus melanda.
“Momentum Hari Pendidikan Daerah Hardikda tahun ini, kita jadi pendorong semangat dalam menguatkan sistem pendidikan Aceh yang istimewa,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri, MM, di Banda Aceh, Kamis (2/9/2021).
Alhudri menyebutkan, Provinsi Aceh yang memiliki keistimewaan di sektor pendidikan terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.
Disebutkan, Hardikda menjadi momentum bagi Dinas Pendidikan Aceh untuk memacu semangat, kreativitas, inovasi dan strategi, agar di tahun 2022, prestasi dunia pendidikan di Aceh semakin membanggakan lagi.
“Pandemi Covid-19 yang melanda negeri saat ini, bukanlah penghalang bagi kita untuk menjalankan pendidikan, demi meningkatknya mutu generasi emas di masa mendatang,” ujarnya.
Katanya, pendidikan bukan sekedar edukasi, tetapi pendidikan adalah arti untuk memberikan sebuah nilai. Pendidikan bukan sekedar ajang, tetapi pendidikan adalah membentuk etika moral.
Pendidikan bukanlah juga sekedar kecerdasan tetapi pendidikan adalah cara memberikan keteladanan. Demi terciptanya sumber daya manusia yang lebih hebat, kreatif, inovatif dan cerdas serta berakhlak mulia.
“Dengan semangat merdeka belajar kita tumbuhkan prestasi melalui generasi tangguh untuk menuju Aceh carong”, katanya.
Sementara itu, Pendidikan Aceh terus menunjukkan prestasi kian bagus. Berdasarkan pengumuman dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Provinsi Aceh berada pada posisi delapan terbanyak nasional dalam meloloskan siswa-siswinya pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2021.
Dari data itu, jumlah siswa-siswi Aceh yang mendaftar pada SBMPTN tahun ini mencapai 16.767 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 6.888 peserta atau 41 persennya dinyatakan lulus.
“Anak-anak Aceh ibarat berlian yang perlu mendapat penanganan yang tepat, sehingga dapat memiliki nilai jual yang tinggi,” kata Kepala Dinas (Kadisdik) Aceh, Alhudri, pada suatu kesempatan.
Selain itu, siswa/siswi lulusan SMA dan SMK di Aceh dilaporkan berhasil meraih posisi kelima secara nasional sebagai pendaftar yang lolos dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021. Sedikitnya 5.626 orang lulus masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN.
Katanya, atas pencapaian itu semua, apalagi di masa pandemi COVID-19 ini, tentunya telah memberi motivasi yang sangat penting, baik bagi kalangan praktisi pendidikan (sekolah dan para guru) serta jajaran Dinas Pendidikan, mau pun para siswa dan masyarakat di Provinsi Aceh. (Sudirman Mansyur/*).











