Pendidikan

FISIP USK dan FISB UII Jalin Kerja Sama, Bahas Keamanan Manusia di Era Digital dan Global

17
×

FISIP USK dan FISB UII Jalin Kerja Sama, Bahas Keamanan Manusia di Era Digital dan Global

Sebarkan artikel ini
Dekan FISIP USK, Dr. Hamdani M. Syam, M.A menyerahkan Plakat kepada Dekan FISB UII, Irawan Jati, S.IP., M.Hum., M.S.S., di Aula FISIP USK, lantai 3, Selasa (28/10/2026). FOTO/ FISIP USK

posaceh.com, Banda Aceh – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISB) Universitas Islam Indonesia (UII) memperkuat kolaborasi akademik melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan pelaksanaan kuliah tamu bertema “Human Security in the Digital and Global Era: Communication, Diplomacy and Resilience for a Safer Society” di Aula FISIP USK, lantai 3, Selasa (28/10/2026).

Kegiatan tersebut membahas pentingnya keamanan manusia di tengah perkembangan teknologi digital, meningkatnya risiko lingkungan, serta berbagai tantangan global yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami peran komunikasi, diplomasi, dan ketangguhan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan.

Penandatanganan MoA antara FISIP USK dan FISB UII, dibAula FISIP USK, Selasa (28/10/2026)
FOTO/ FISIP USK

Dekan FISIP USK, Dr. Hamdani M. Syam, M.A., membuka kegiatan sekaligus menekankan pentingnya isu keamanan manusia dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat kontemporer. Penandatanganan MoA antara FISIP USK dan FISB UII menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut, sebagai upaya memperkuat hubungan kelembagaan dan membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan akademik.

Kuliah tamu menghadirkan Dekan FISB UII, Irawan Jati, S.IP., M.Hum., M.S.S., didampingi Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Keuangan, Muzzayin Nazaruddin, S.Sos., M.A., Ph.D. Sementara itu, diskusi dipandu oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USK, Rahmat Saleh, S.Sos., M.Comn.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pergeseran paradigma keamanan yang sebelumnya berfokus pada negara menjadi pendekatan keamanan manusia yang menempatkan keselamatan dan kesejahteraan individu sebagai perhatian utama.
Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi dalam membangun kesiapsiagaan dan kepercayaan publik. Penyampaian informasi yang akurat dan transparan dinilai dapat membantu masyarakat memahami risiko serta menentukan langkah yang tepat dalam menghadapi berbagai ancaman. Sebaliknya, informasi yang menyesatkan berpotensi melemahkan kewaspadaan dan menghambat penanganan persoalan.

Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi contoh dalam pembahasan tersebut, khususnya terkait perbedaan narasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan media dalam menyampaikan informasi mengenai ancaman serta tanggung jawab penanganannya.

Penyampaian Materi kuliah tamu oleh Dekan FISB UII, Irawan Jati, S.IP., M.Hum
FOTO/ FISIP USK

Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta yang mengangkat sejumlah isu aktual, di antaranya perlindungan pekerja migran, perbedaan keamanan negara dan keamanan manusia, pembatasan media sosial, kebocoran data, hingga perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Selain itu, peserta turut membahas hubungan antara anggaran pertahanan dan kesejahteraan masyarakat, serta pentingnya diplomasi multilateral dalam menghadapi ancaman siber dan perubahan iklim. Berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa keamanan manusia memiliki dimensi yang luas sehingga membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan keterlibatan berbagai pihak.

Foto Bersama Jajaran Pimpinan FISIP USK dan Pimpinan FISB UII, di Aula FISIP USK, Selasa (28/10/2026)
FOTO/ FISIP USK

Melalui kuliah tamu tersebut, peserta diharapkan dapat memahami bahwa keamanan tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan kedaulatan negara, tetapi juga mencakup keselamatan, kesejahteraan, perlindungan hak, serta martabat manusia.

Kolaborasi antara FISIP USK dan FISB UII diharapkan dapat memperkuat hubungan akademik sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dalam merespons berbagai tantangan di era digital dan global. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama narasumber, tamu undangan, dan peserta.(Tamam)