posaceh.com, Blangkejeren — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengikuti rapat dan press release perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kelautan, perikanan, perumahan, dan permukiman melalui Zoom, Rabu (21/10/2026).
Rapat dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk membahas percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, bencana akhir 2025 berdampak pada lebih dari 33.000 pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan di tiga provinsi dan 40 kabupaten/kota.
Pemulihan direncanakan berlangsung selama tiga tahun, 2026–2028. Pada 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan anggaran Rp. 371,8 Miliar untuk memulihkan tambak, kolam, keramba, kapal, alat tangkap, serta sarana pengolahan dan produksi garam.
Hingga saat ini, pemulihan telah memungkinkan 5.706 petambak, 228 nelayan, 360 pengolah dan pemasar ikan serta 506 petambak garam kembali bekerja.
Sementara itu, sektor perumahan dan permukiman menargetkan pembangunan 7.952 unit hunian tetap (huntap) beserta prasarana, sarana, dan utilitas pendukung di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 2026.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP menyebutkan, kebutuhan pembangunan pada 2027 diperkirakan mencapai 17.654 unit dengan usulan anggaran Rp5,196 triliun.
Dari target pembangunan 2026, tercatat 54 paket pekerjaan, termasuk 29 paket konstruksi. Nilai kontrak fisik mencapai Rp. 1,647 triliun, dengan progres fisik 3,48 persen dan realisasi anggaran 8,92 persen.(Muh/*)











