POSACEH.COM, ACEH BESAR – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berpesan kepada enam nelayan anak bawah umur yang dipulangkan dari Thailand untuk melanjutkan pendidikan saat tiba kembali di kampung halaman masing-masing.
“Kita bersyukur kepada Allah SWT, karena sudah diperbolehkan pulang oleh Pemerintah Thailand. Insyaallah besok (18/7) kalian akan dipulangkan ke Aceh,” kata dia di Jakarta, Jumat.
Pernyataan disampaikan Plt Gubernur Aceh saat bertemu dengan keenam orang anak tersebut, di Mess Aceh Indramayu, Jakarta.
Dirinya telah memerintahkan Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal dan Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri untuk segera memulangkan enam nelayan anak di bawah umur yang tiba di Jakarta, Kamis (16/7), sampai ke kampung halamannya.
Nova juga menghormati proses hukum Pemerintah Thailand yang menjalankan aturannya sesuai dengan peraturan yang ada di negara itu dan juga hukum internasional.
“Yang jelas apa yang dialami, semuanya harus jadi pengalaman. Apa kesalahan yang kita lakukan, dan kita tidak boleh marah atau protes, karena kalau mereka masuk ke perairan kita, maka hal yang sama kita lakukan, begitulah hukumnya,” kata Nova.
Ia juga meminta mereka untuk mengambil hikmah di balik semua kejadian itu dan harus bersyukur kepada Allah SWT karena sudah diberikan kesehatan.
Nova berharap, nantinya saat tiba di kampung halaman masing-masing, anak-anak itu tetap melanjutkan sekolahnya.
Dengan mereka melanjutkan pendidikan, katanya, nantinya masih bisa juga menjadi nelayan yang lebih modern, berdasarkan ilmu yang dipelajari di sekolahnya.
“Yang terpenting, pertama kalau masih sekolah, Lanjutkan sekolah dulu atau belajar ngaji di dayah. Tapi saran saya sekolah dulu, belajar menjadi nelayan modern,” kata Nova.
Ia mengatakan tidak ada yang salah dengan pekerjaan nelayan, sebab dengan adanya pekerjaan tersebut, maka kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi.
Nova juga mengatakan apabila nanti keenam nelayan di bawah umur tersebut tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah, bisa menghubungi bupati setempat.
“Atau nanti saya yang akan hubungi bupatinya, walaupun sebenarnya harus ada perhatian khusus dari bupati untuk sekolah. Kalian sabar dulu, sekolah dulu. Nanti bisa pilih sekolah di SMK perikanan, atau kalau sudah dewasa jadi pengusaha ikan,” katanya.
Sebanyak enam anak di bawah umur itu, masing-masing Mawardi (16) asal kampung Mata Bunga, Desa Sejatera, Aceh Timur, Iqbal (16) asal Kampung Leugeu Baru, Desa Melati, Perurlak, Aceh Timur, Abdul (16) asal Kampung Payah Pengat, Desa Dama Pulau, M. Israkil Kasta (17) asal Pulo Blang Mang, Hamdan (17) asal Puedawa Rayeuk, dan Mustafa (17) yang berasal dari Idi Cut. Sumber (ANT)











