Ustadz Fahmi Sofyan: Peringatan Keras Tentang Azab Allah Bagi Pelaku LGBT
posaceh.com, Banda Aceh – Suasana religius menyelimuti Pendopo Wali Kota Banda Aceh pada Kamis (30/07/2026) malam. Rangkaian Kajian Dakwah Pendopo yang digelar Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh rutin diadakan untuk ASN dan masyarakat Kota Banda Aceh itu berlangsung penuh kekhidmatan.
Mengusung tema yang sarat makna, “Jangan Sampai Murka Allah Menimpa Kota Kita!!” , kajian malam Jumat tersebut menghadirkan penceramah Ustadz Fahmi Sofyan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Fahmi Sofyan memaparkan secara mendalam tafsir beberapa ayat Al-Qur’an yang membahas tentang peringatan keras dan dahsyatnya azab Allah SWT terhadap perilaku LGBT.
“Kita harus memahami bahwa ada batas yang telah ditetapkan oleh Allah. Sejarah umat terdahulu yang dimusnahkan karena perbuatan menyimpang adalah pelajaran berharga bagi kita semua,” ujarnya.
Kajian yang menjadi wadah silaturahmi dan penyegaran rohani ini juga menjadi pengingat tegas bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya ASN Kota Banda Aceh, untuk terus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran).
Ustaz Fahmi juga menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam menjaga generasi muda dari pemikiran-pemikiran menyimpang yang dapat merusak akidah dan moral bangsa.
“Kita harus rapatkan barisan, jaga keluarga kita, dan kawal penerapan syariat Islam di serambi Mekkah ini, khususnya di Kota Kolaborasi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Acara ini dihadiri oleh ratusan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang antusias menimba ilmu keagamaan.
Kegiatan dakwah berkala ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, mempererat tali silaturahmi, serta membangun karakter aparatur pemerintahan yang berintegritas. Suasana Pendopo yang megah tampak dipadati oleh para jamaah yang hadir sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian acara secara tertib.
Sebelumnya Wali Kota Banda Aceh memberikan apresiasi yang tinggi kepada DSI Kota Banda Aceh atas konsistensinya dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan ini. Beliau menyampaikan bahwa kajian dakwah tidak hanya sekadar rutinitas spiritual, tetapi juga menjadi pilar penting dalam landasan pembangunan kota yang berbasis syariat.
“Penerapan syariat Islam di Banda Aceh harus tecermin dalam perilaku sehari-hari, baik dalam pelayanan publik maupun kehidupan bermasyarakat. Melalui kajian ini, kita berharap seluruh jajaran pemerintah dan warga dapat terus memperbaiki diri dan meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW,” ujar Wali Kota Banda Aceh.
Kajian dakwah kali ini menghadirkan penceramah terkemuka yang menyampaikan pencerahan spiritual mengenai pentingnya menjaga keikhlasan dalam bekerja dan memperkuat rasa kepedulian sosial.
Penceramah menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan niat ibadah akan mendatangkan keberkahan, tidak hanya bagi individu, melainkan juga bagi kemajuan Kota Banda Aceh secara keseluruhan.
Para peserta kajian mendengarkan tausiyah dengan penuh khusyuk.
Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Alimsyah menjelaskan bahwa program ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan menghadirkan penceramah yang bervariasi. DSI berkomitmen untuk terus menghidupkan syiar Islam melalui berbagai program edukatif dan spiritual guna mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang beradab, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Acara kajian dakwah ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Kota Banda Aceh. Seluruh jamaah kemudian beramah-tamah sebelum meninggalkan lokasi acara dengan semangat baru untuk menjalankan tugas dan aktivitas harian. (Adv)











