Pemko Banda Aceh

DP3AP2KB Banda Aceh Laporkan Hasil Desiminasi Audit Kasus Stunting Tahap II

1708
×

DP3AP2KB Banda Aceh Laporkan Hasil Desiminasi Audit Kasus Stunting Tahap II

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin, SE, MSi, menyerahkan BKB kit stunting untuk 30 gampong, yang secara simbolis di serahkan kepada Gampong Neusu, di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Rabu (25/10/2023). FOTO/DOK DP3AP2KB BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Sebagai Langkah percepatan penurunan angka stunting, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh melaksanakan Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Rabu (25/10/2023).

Menurut Kepala DP3AP2KB Banda Aceh, Cut Azharida, SH, sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia melalui Perpres No. 72 Tahun 2021, target nasional sampai tahun 2024, menurunkan prevalensi stunting sebesar 14%, hal tersebut tentunya menjadi pekerjaan besar yang harus didukung di tingkat daerah.

“Sebagaimana kita ketahui Bersama, Percepatan penurunan stunting adalah setiap upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas melalui kerjasama multisektor di pusat, daerah dan gampong. Untuk itu demi mencapai hasil yang optimal dalam mensukseskan percepatan penurunan stunting di Provinsi Aceh umumnya dan di Kota Banda Aceh khususnya, dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak,” katanya.

Selain itu, dasar pelaksanaan AKS iaalah sesuai UUD 1945 pasal 28 B ayat (2) di sebutkan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
“AKS juga mengacu pada Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Rencana Aksi Nasional Perecepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI), serta Keputusan Walikota Banda Aceh Nomor 476/0326/2023 tentan Pembentukan Tim Audit Kasus Stunting Kota Banda Aceh Tahun 2023,” terangnya.

Cut Azharida mengatakan, tujuan AKS itu agar Pemko Banda Aceh mampu mengetahui penyebab dan resiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran catin,ibu hamil, ibu nifas, baduta dan balita serta solusi yang dilakukan melalui koordinasi dengan lintas sektor terkait. Kegiatan AKS ini terdiri dari 4 langkah.

“Pertama pembentukan Tim AKS dan Tim tehnis terkait identifikasi kasus stunting, kedua identifikasi sasaran audit berdasarkan, hasil minilokakarya yang dilakukan oleh lini lapangan, data input sasaran pendampingan oleh TPK, Data inputan sasaran pendampingan aplikasi EPPGBM danLaporan kasus dari puskesmas,” jelas Cut Azharida.
Kemudian, AKS juga memiliki tujuan sebagai desiminasi hasil kajian dan rencana tindaklanjut kepada lintas sektor terkait serta Evaluasi rencana tindaklanjut.

“Jadi, AKS ini dihadiri oleh para pakar yang paham akan pencegahan stunting termasuk dengan ahli gizi,” ucapnya.
Ia berharap AKS dapat menurunkansStunting pada kelompok sasaran yang akan menjadi sasaran di gampong lokus stunting. Adanya perubahan perilaku kelompok sasaran/masyarakat dan pentingnya hidup bersih dan sehat.
“Hidup sehat itu menjadi kunci utama mencegah stunting, jadi, dengan AKS, kita tahu segala pentuk persoalan masyarakat dalam mencegah stunting,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan yang di laksanakan pada hari ini merupakan suatu upaya nyata yang dalam pencegahan prevalensi stunting, dimana selama seminggu kemarin telah dilakukan audit kasus stunting di desa-desa yang telah ditetapkan sebagai sasaran audit kasus stunting di 9 Kecamatan di Kota Banda Aceh.

Kepala DP3AP2KB Banda Aceh, Cut Azharida, SH, menyampaikan laporan saat pembukaan acara desiminasi audit kasus stunting tahun 2023 di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Rabu (25/10/2023). FOTO/DOK DP3AP2KB BANDA ACEH

“Dan pada hari ini kegiatan yang kita laksanakan adalah Diseminasi atau pemaparan hasil dari pada audit kasus stunting tersebut, dimana nanti tim pakar akan memberikan hasil kajian mereka terhadap hasil audit lapangan yang dilakukan oleh tim teknis ke rumah-rumah sasaran balita, ibu hamil maupun ibu nifas berisiko,” tambahnya.
Cut Azharida juga mengatakan, audit kasus Stunting merupakan kegiatan penting yang tidak mungkin terlaksana tanpa bantuan dan dukungan semua pihak lintas program dan lintas sektor terkait.

”Untuk itu dalam kesempatan ini kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerja sama dari PKB, TPG, Bidan Desa, Kepala Puskesmas dan para dokter puskesmas yang ikut turun ke desa-desa sasaran,” tuturnya.

Cut Azharida kembali berharap, agar dengan diseminasi Audit kasus stunting yang pada hari ini, dapat memetakan faktor-faktor penyebab dan faktor risiko terjadinya stunting di kota Banda Aceh.
”Sehingga nantinya kita dapat mengoptimalkan pencegahan dan intervensi yang kita lakukan pada Remaja Putri, Calon pengantin, Ibu Hamil, Ibu nifas dan Balita agar kasus stunting tidak terulang lagi di masa mendatang,” demikian kata Cut Azharida.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan BKB kit stunting untuk 30 gampong, yang secara simbolis di serahkan kepada Gampong Neusu. (AMZ)