News

Dek Fadh Gelontorkan Rencana Digitalisasi Kelompok UMKM Hingga Modal Usaha PKL

1021
×

Dek Fadh Gelontorkan Rencana Digitalisasi Kelompok UMKM Hingga Modal Usaha PKL

Sebarkan artikel ini
Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh no urut 2, Muzakkir Manaf-Fadhullah (Dek Fadh) pada debat kedua di The Pade Hotel, Lampeneurut, Darul Imarah, Aceh Besar Jumat (1/11/2024) malam. Foto/SCREENSHOT

posaceh.com, Banda Aceh – Wakil calon Gubernur Aceh no urut 2, Fadhlullah atau Dek Fadh menggelontorkan rencana digitalisasi pelaku UMKM dan modal usaha pedagang kaki lima (PKL).

“Dengan digitalisasi para pelaku UMKM, maka akan mempermudah memasarkan produk mereka,” kata Dek Fadh dalam debat kedua paslon cagub dan cawagub Aceh di di The Pade Hotel, Lampeneurut, Darul Imarah, Aceh Besar Jumat (1/11/2024) malam.

Dia menjelaskan pelatihan juga akan diberikan, sehingga SDM mereka juga akan meningkat dalam bidang teknologi internet dan membuat kemasan yang menarik untuk sebuah produk. Ditambahkan, para ibu-ibu rumah tangga yang juga masuk dalam kelompok UMKM akan lebih diberdayakan lagi.

Sedangkan Muzakkir Manaf mengatakan Aceh punya aset begitu banyak, seperti Bank Aceh yang dapat memasukkan uang ke Aceh. “Kita punya migas untuk menambah dana Aceh ke depan. Kalau kita fokus ke migas, Aceh tidak perlu lagi Otsus,” katanya.

Seperti diketahui, minyak dan gas bumi Aceh yang telah ada sejak puluhan tahun lalu, bahkan booming pada era 80-an di Batuphat Aceh Utara melalui PT Gas Arun belum juga mampu mensejahterakan masyarakat Aceh.

Bahkan, dana hasil migas yang telah diambil, sebagian dikembalikan ke Aceh melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) yang mencapai Rp 40 triliun lebih per tahun, juga belum mampu mengangkat harkat dan martabat rakyat Aceh secara keseluruhan.

Dana Otsus hanya berputar di pusat perkotaan kabupaten/kota dan provinsi. Sedangkan wilayah pedesaan melalui anggaran desa, rata-rata dari ratusan juta rupiah sampai Rp 1 miliar lebih per desa, tergantung jumlah penduduk.

Tetapi, lagi-lagi, belum juga mampu mensejahterakan rakyat Aceh yang sebagian besar petani, peternak dan nelayan. Aceh yang akan dipimpin pedagang baru, kata Ketua KIP Aceh, Agusni AH, harus mampu menawarkan program memakmurkan negeri ini.(Muh)