Daerah

Cegah Corona, Agara Siapkan 4,5 M

1993
×

Cegah Corona, Agara Siapkan 4,5 M

Sebarkan artikel ini

POSACEH.COM KUTACANE – Sebagai wujud kepedulian mencegah penyebaran corona virus desease 2019 (Covid-19), Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyiapkan dana senilai Rp.4,5 miliar.

Anggaran untuk cegah Covid diutarakan, Bupati Aceh Tenggara, H. Raidin Pinim yang didampingi Wakil Bupati Bukhari, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19, Zainuddin, Sekretarisnya, dr Bukhari Pinim dan Kadis Komunikasi dan Informatika, Zul Fahmi, Kamis (26/7)

“Tak usah bimbang dan ragu, bekerjalah terus untuk rakyat dan daerah, mari cegah penyebaran virus corona di Aceh Tenggara, soal dana tak perlu khawatir lagi, karena Pemkab telah menyiapkan dana penanggulangan Covid-19 sebesar Rp.4,5 M,” ujar Raidin Bupati dihadapan warga yang hadir di kediaman pribadinya.

Bupati, mengucapkan terima kasih bagi petugas gugus tugas, relawan, tim medis dan pihak terkait lainnya, yang telah bekerja keras melakukan pencegahan virus Corona di bumi sepakat segenep ini, baik di daerah perbatasan, pusat keramaian maupun di perkantoran.

Masyarakat juga, diminta tetap tenang dan jangan panik, karena berdasarkan laporan tim gugus tugas dan ketua markas, sampai saat ini belum satu pun warga Aceh Tenggara yang terjangkit Covid.

Kendati sebelumnya, sempat terdeteksi 18 termasuk ODP dan 1 orang PDP, namun akhirnya semua mereka telah kembali ke rumah dari RSU Sahudin Kutacane, karena dinyatakan bebas dari virus corona.

Selain itu, Raidin juga menyampaikan, saat ini RSU Sahudin Kutacane telah dimasukkan dalam daftar rujukan untuk pasien yang diduga terjangkit virus corona bersama beberapa rumah sakit lainnya di Provinsi Aceh.

Diperiksa di Perbatasan

Sementara itu, Ketua Tim Gugus Tugas Kabupaten, Zainuddin yang didampingi Ketua Markas, dr Bukhari Pinim
mengatakan, pasca di SK kan bupati, pihaknya terus bergerak cepat melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 bersama pihak TNI, Polri, Dinas Kesehatan, camat dan kepala desa.

Sebutnya, bahkan kerja tim dilanjutkan lagi dengan melakukan disinfektan terhadap kantor pemerintah, rumah ibadah, pasar, pusat keramaian dan pemukiman rumah warga.

Selain itu tim gugus juga terus aktif dan siaga melakukan pemeriksaan dan disinfektan terhadap setiap warga yang masuk ke Aceh Tenggara, melalui dua pintu masuk yakni di Rumah Bundar perbatasan dengan Gayo Lues dan Lawe Pakam, perbatasan dengan Sumatera Utara.

Katanya, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Sumut, Aceh Tenggara merupakan daerah yang paling rawan terkena virus corona, apalagi saat ini beberapa daerah di Sumut telah terjangkit Covid-19 yang menyebabkan ada yang meninggal dunia.

Berdasarkan data yang ada, Rabu (25/3) saja, tercatat sebanyak 1.300 warga Aceh Tenggara yang berasal dari luar daerah kembali masuk ke bumi sepakat segenep melalui pintu perbatasan Lawe Pakam, karena itu bagi setiap warga Aceh Tenggara yang berasal dari luar daerah dan masuk ke Aceh Tenggara, terutama yang berasal dari daerah yang terjangkit Covid-19, sebaiknya terlebih dahulu menjalani Isolasi untuk memutus mata rantai dan menghindari penyebaran virus.

Patuhi Imbauan

Secara gerpisah, Kadis Komunikasi dan Informatika Aceh Tenggara, Zul Fahmi menyarankan pada seluruh lapisan masyarakat, agar mematuhi imbauan dari bupati, Majelis Adat dan pihak terkait lainnya, agar tidak berkumpul dalam jumlah besar. Bahkan untuk sementara waktu menghentikan pesta pernikahan, perkawinan dan acara lainnya yang mengundang kerumunan warga.

Sebutnya, imbauan agar warga jangan berkumpul dalam jumlah yang besar, merupakan salah satu cara efektif memutus mata rantai Covid-19.

Selain itu, Kadis Kominfo juga mengingatkan warga agar lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial, apalagi terkait tentang Covid-19.

“Jika tidak ada manfaatnya dan tidak jelas sumbernya, jangan sekali-sekali menyebarkan info tentang corona, karena sudah ada informasi resmi yang ditunjuk pemerintah terkait Covid-19, yakni tim gugus tugas Kabupaten,” ujar Zul Fahmi.MH (Muhammad T. Is)