Alhadi seorang pedagang bawang putih di Pasar Tradisional Peunayong, Banda Aceh sedang melayani pembeli, Rabu (2/12/2020). Foto : Sudirman Mansyur.
posaceh.com Banda Aceh – Harga, permintaan dan persediaan bawang putih cukup normal di pasaran Banda Aceh. Keadaan tersebut sudah berlangsung dalam sebulan terakhir ini.
Bawang putih dijual pedagang di pasar tradisional bekisar Rp 25 ribu perkilogram. Harga tersebut sedikit lebih rendah dibanding sebulan lalu atau periode Oktober yang dijual Rp28 ribu/Kg. Bahkan di periode itu harganya sempat18 ribu perkilogram.
Alhadi seorang pedagang di Pasar Tradisional Peunayong kepada posaceh.com, Rabu (2/12/2020) menyebutkan, harga bawang putih tergolong normal Rp 25 ribu perkilogram.
Katanya, permintaan dan persediaan juga normal. “Permintaan biasa-biasa saja, tergantung kebutuhan. Begitu juga persediaan mencukupi,” ujarnya.
Sebutnya, meski bawang putih diimpor dari luar negeri via Medan untuk persediaan kebutuhan dijual, mencukupi untuk pelanggan atau pembeli sehari-hari.
Ada sekitar tiga dan empat karung persediaan bawang putih dalam sepekan untuk kebutuhan dijualnya.
Seperti diketahui, bawang putih yang juga tergolong komoditi jenis rempah-rempah ini, memiliki multi guna sebagai bahan dapur, penganan kue dan obat-obatan.
Bawang Merah Lebih Mahal
Berbeda dengan bawang merah, meski produksi lokal, justru harga jualnya lebih mahal. Perkilogram dijual berkisar Rp35 ribu.
“Harga bawang merah bervariasi, berkisar Rp 35 ribu hingga 40 ribu perkilogram, tergantung kualitasnya,” sebut Alhadi.
Katanya, harga bawang merah tersebut mengalami kenaikan dibanding sepekan lalu yang dijual berkisar Rp 28 ribu perkilogram.
Begitupun, persediaan bawang merah di pasar tradisional sangat mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat di Banda Aceh. (Sudirman Mansyur).











