Olahraga

Banda Aceh Terbanyak Loloskan Pemanah ke PORA Pidie

2035
×

Banda Aceh Terbanyak Loloskan Pemanah ke PORA Pidie

Sebarkan artikel ini
Para atlet panahan berpose bersama usai pengalungan medali pada Pra PORA III yang berakhir di Stadion Mini Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Senin (8/11/2021) Foto : Humas Perpani Aceh.

posaceh.com, Banda Aceh – Tim panahan Banda Aceh meraih prestasi maksimal pada prakualifikas Pekan Olahraga Aceh (PORA) III, setelah meloloskan atlet terbanyak ke PORA XIV/2022 di Pidie.

Pada prakualifikasi yang berlangsung di Stadion Mini Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, sejak 5 November 2021 dan berakhir, Senin (8/11/2021) petang, tim ibukota Provinsi Aceh ini meloloskan 18 pemanah ke PORA Pidie.

Para pemanah Banda Aceh lolos ke PORA di semua divisi yaitu recurve, compound, nasional, kategori beregu dan perorangan putra – putri yang diperlombakan pada Pra PORA itu.

Data yang diterima posaceh.com dari panitia, 18 kabupaten/kota berhasil meloloskan atletnya ke PORA Pidie.

Sedangkan posisi kedua terbanyak yang meloloskan atletnya ke PORA yaitu Bireuen, 14 pemanah. Ketiga, Lhokseumawe dengan 13 atlet, Aceh Besar dan Pidie Jaya di posisi keempat masing-masing 10 pemanah.

Disusul Langsa (9 atlet), Aceh Barat Daya (8), Aceh Jaya, Aceh Selatan dan Gayo Lues masing-masing 7 atlet, Aceh Tengah (6 atlet).

Aceh Barat, Subulussalam masing-masing meloloskan 5 pemanah, Aceh Utara (4), Aceh Tenggara dan Aceh Timur juga sama-sama 3 tiga atlet.

Posisi terakhir, Sabang dan Aceh Tamiang meloloskan masing-masing dua atlet. Total 133 atlet dari 18 kabupaten/kota yang lolos ke PORA Pidie.

Pemenang peringkat satu, dua, tiga masing-masing divisi dan jarak, beregu dan perorangan putra-putri juga mendapat medali emas, perak dan medali perunggu.

Hampir Semua Kabupaten/Kota

Ketua Umum Pengurus Provinsi Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov) Perpani Aceh, Dr Nyak Amir, M.Pd mengatakan, untuk PORA XIV Pidie, menyediakan 168 kuota, namun setelah berlangsungnya Pra PORA terisi 133 kuota.

Ia menyebutkan, dalam sesi pelaksanaan semua dimensi berjalan baik, hasilnya hampir semua kabupaten/kota meloloskan atletnya ke PORA.

Nyak Amir mengatakan, 18 dari 21 kabupaten/kota dapat meloloskan atletnya untuk berlomba pada PORA XIV/2022.

Sebutnya, hanya tiga kabupaten yaitu Nagan Raya, Simeulue, Bener Meriah yang belum bisa meloloskan atletnya. Sedang Aceh Singkil tidak mengirimkan pemanahnya pada prakualifikasi ini.

Katanya, dari 198 atlet yang berlomba, di antaranya 133 atlet lolos ke PORA. Banda Aceh meloloskan 18 atlet dan yang terbanyak. “Mereka meloloskan atlet di semua divisi yaitu recurve, compound, nasional beregu dan perorangan putra-putri,” sebutnya.

Pembinaan Merata

“Dari peta kelolosan tersebut, menggambarkan pembinaan panahan di Perpani kabupaten/kota sudah sangat merata,” ujarnya.

Cukup menggembirakan, sebutnya, di divisi standar nasional banyak atlet muda yang muncul. “Rata-rata skor mereka pada tiga jarak 50, 40, 30 meter di tiga divisi ada yang sudah mencapai 920 – 930,” ujar doktor bidang olahraga alumnus Universitas Negeri Surabaya (UNS) 2004 ini.

Bahkan, katanya, ada beberapa atlet mencapai skor di atas 900. Ini menjadi potensi untuk dipersiapkan ke PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara.

Kecuali itu, sebutnya, divisi compound dan recurve masih statis, sehingga atlet lapis kedua yang muncul sekarang belum begitu bagus dan masih dipegang atlet-atlet PON.

Nyak Amir mengatakan, atlet-atlet hasil Pra PORA dan PORA Pidie menjadi referensi untuk persiapan menghadapi PON XXI/2024. (Sudirman Mansyur).