Nasional

Safari ke Lampung, Jokowi Terima Gelar Adat “Baginda Pemuka Bangsa”

26
×

Safari ke Lampung, Jokowi Terima Gelar Adat “Baginda Pemuka Bangsa”

Sebarkan artikel ini
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar "Baginda Pemuka Bangsa" dalam prosesi adat Lampung. FOTO/CNN Indonesia

posaceh.com, Lampung- Presiden ke-7 RI, Joko Widodo ( Jokowi ) menerima gelar “Baginda Pemuka Bangsa” dalam prosesi adat Lampung yang berlangsung di Kedatun Keagungan di Jalan Sultan Haji, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung , Sabtu (27/6/2026) pagi.

Prosesi penganugerahan gelar adat ini, merupakan agenda utama hari kedua kunjungan Jokowi di Lampung.

Prosesi pemanggilan saudara dan gelar adat Lampung tersebut, melibatkan tiga persaudaraan Penyeimbang Buwai Pemuka Way Kan, Buwai Subbing Terbanggi Balak, dan Buwai Bulan Megow Pak Tulang Bawang.

Pantauan dilokasi, mantan presiden ke-7 RI Jokowi bersama rombongan tiba di Kedatun Keagungan pukul 08.10 WIB disambut dengan tradisi Nemui Nyimah, sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan dengan payung-payung adat berwarna kuning, merah, dan putih serta iringan masyarakat dan tokoh adat yang antusias mengabadikan momen tersebut.

Jokowi tampak mengenakan pakaian adat Lampung bernuansa kuning keemasan lengkap dengan tumpal kain tapis dan penutup kepala khas adat Lampung.

Sebelum memasuki ruangan utama gedung Kedatun Keagungan, terlebih dahulu Jokowi menjalani proses penyambutan dari para tokoh adat dan panitia penyelenggara, untuk bersiap mengikuti rangkaian awal prosesi adat.

Suasana khidmat bercampur meriah tampak terlihat, seperti banyaknya masyarakat adat Lampung yang turut memadati lokasi proses penyampaian saudara dan gelar adat Lampung tersebut.

Kemudian, acara dilanjutkan di ruangan utama Kedatun Keagungan yang sarat dengan dekorasi ornamen Emas, payung agung dan kain adat Lampung yang megah.

Salah satu pemimpin adat memberikan berbagai dan sekaligus membacakan silsilah (titah adat) di hadapan Jokowi dan seluruh tim kehormatan, sebelum akhirnya diumumkan penganugerahan gelar adat “Baginda Pemuka Bangsa”.

Jokowi lalu diantar dan dipersilahkan duduk di Kursi Adat Onaca Haji dengan didampingi para tokoh adat sambil menginjak kepala kerbau yang telah disediakan oleh penyelenggara adat.

Setelah turun dari Panca Haji, lalu Jokowi bersama dengan para tokoh adat Lampung lainnya melakukan prosesi Tari Ngigel, sebelum akhirnya diarak menuju ke Museum Kedatun Keagungan.

Suasana tampak begitu sakral saat prosesi penyematan gelar adat dan pemanggilan saudara itu berlangsung secara resmi disaksikan oleh puluhan perwakilan keluarga besar dari berbagai Buwai di Lampung.

Di sela-sela menjalani proses pengangkatan saudara dan penyematan gelar adat, Jokowi mengungkapkan rasa terima kasih dan bahagia atas penerimaan yang diberikan keluarga besar Kedatun Keagungan Lampung.

“Penghormatan gelar ini menjadi suatu kehormatan, sekaligus wujud kuatnya keadatan yang masih terjaga di Provinsi Lampung,” kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh adat yang terus merawat dan melestarikan kebudayaan Lampung meski di tengah perkembangan zaman.

Ia berharap, nilai-nilai budaya harus dapat terus diwariskan kepada generasi penerus, sehingga tidak hilang begitu saja tergerus modernisasi.

“Semoga, ini (adat) akan diteruskan oleh anak cucu kita, sehingga budaya Nusantara, adat kebudayaan di Lampung tidak hilang begitu saja ditelan zaman yang semakin modern,”pungkasnya.

Penganugerahan gelar ‘Baginda Pemuka Bangsa” kepada Jokowi tersebut, merupakan bentuk penghormatan dari lima kerajaan adat Lampung.

Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari rangkaian agenda budaya dalam kunjungan tiga hari Jokowi di Provinsi Lampung.

Usai mengikuti gelaran prosesi adat, Jokowi melanjutkan sejumlah kegiatan lainnya, termasuk Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bandarlampung serta pertemuan dengan para relawan.

Agenda hari kedua kunjungan Jokowi tersebut, ditutup dengan ramah tamah bersama pengurus PSI dan organisasi relawan.

Selain itu, mantan Presiden ke-7 itu juga dijadwalkan mengunjungi Museum Transmigrasi di Desa Bagelen, Kabupaten Pesawaran, Padepokan Gajah Lampung, dan meninjau aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Maliosewu.

Kunjungan Jokowi ke Provinsi Lampung berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 26-28 Juni 2026.

Pada hari pertama, Jumat (26/6) Jokowi menghadiri Rakorda PSI di Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang. Kemudian mengikuti Kirab Pawai Budaya atau Karnaval Gajah.

Sementara hari kunjungan terakhirnya di Lampung, pada Minggu (28/6), Jokowi akan menghadiri Kirab Budaya Sekappung Limo Migo di Kabupaten Lampung Timur, serta silaturahmi dengan para kyai dan santri di sejumlah pondok pesantren.(Muh/*)