Pemko Banda Aceh

Asisten 1 Sekdako Banda Aceh: Dakwah Digital Jadi Senjata Lawan Konten Negatif di Media Sosial

36
×

Asisten 1 Sekdako Banda Aceh: Dakwah Digital Jadi Senjata Lawan Konten Negatif di Media Sosial

Sebarkan artikel ini
Asisten 1 Bidang pemerintahan dan Keistimewaan dan Kesra Sekdako Banda Aceh Bachtiar, S.Sos MSi menyampaikan sambutan sekaligus membuka Pelatihan Dakwah Digital Tahun 2026 di di Hotel Al-Hanifi, Banda Aceh, Senin (18/05/2026). FOTO/BEDU SAINI

posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh menggelar Pelatihan Dakwah Digital Tahun 2026 di Hotel Al Hanafi, Banda Aceh, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang diikuti 50 peserta berlangsung selama dua hari, 21 hingga 22 Mei 2026 itu dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Banda Aceh, Bachtiar, SSos MSi

Kadis Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Pd., M.S. meyampaikan laporan panitia pada Pelatihan Dakwah Digital Tahun 2026 di di Hotel Al-Hanifi, Banda Aceh, Senin (18/05/2026). FOTO/BEDU SAINI

Dalam sambutannya, Bakhtiar menegaskan bahwa media sosial merupakan peluang besar dalam memperluas syiar Islam. Menurutnya, ruang digital harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat akhlak dan peradaban masyarakat melalui konten-konten positif dan edukatif.

“Konten negatif yang merusak nilai-nilai moral harus dikalahkan dengan konten dakwah yang kreatif, inovatif, santun, dan menarik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran dai, konten kreator, komunitas dakwah, hingga pegiat media sosial sebagai agen perubahan akhlak dan karakter di ruang digital, khususnya bagi generasi muda.

Menurut Bachtiar, dakwah digital perlu dikemas secara kekinian agar mudah dipahami generasi Z, baik melalui video pendek, desain grafis, podcast, maupun berbagai format konten media sosial lainnya.

Selain itu, komunitas dakwah seperti AKRAB dan Raisul Fata dinilai memiliki peran strategis dalam membangun ruang belajar, memperkuat kolaborasi antaranggota, serta memperluas jangkauan dakwah melalui kegiatan online maupun offline.

Para peserta mengikuti Pelatihan Dakwah Digital Tahun 2026 di Hotel Al-Hanifi, Banda Aceh, Senin (18/05/2026). FOTO/BEDU SAINI

Pada kesempatan tersebut, Bakhtiar juga menyoroti pentingnya peran perempuan, khususnya ibu-ibu profesional, dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan Islami. Menurutnya, perempuan memiliki pengaruh besar dalam pendidikan keluarga dan pembentukan karakter generasi muda melalui media digital.

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah SPd MS menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan urgensi dakwah digital di era teknologi informasi.

Selain itu, kegiatan ini juga membekali peserta dengan keterampilan dasar pembuatan konten dakwah digital, meningkatkan kemampuan penggunaan media sosial sebagai sarana dakwah, serta mendorong lahirnya dai dan penggiat dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Asisten 1 Bidang pemerintahan dan Keistimewaan dan Kesra Sekdako Banda Aceh Bachtiar, S.Sos MSi foto bersama dengan peserta Pelatihan Dakwah Digital Tahun 2026 di Hotel Al-Hanifi, Banda Aceh, Senin (18/05/2026). FOTO/BEDU SAINI

“Melalui kegiatan ini diharapkan kualitas konten dakwah digital yang positif dan edukatif semakin meningkat, serta terbangunnya ekosistem dakwah digital yang berkelanjutan,” kata Alimsyah.

Pelatihan Dakwah Digital 2026 diharapkan mampu memperkuat peran media digital dalam menyebarkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat sekaligus melahirkan dai yang kreatif dan adaptif di era digital. “Ini menjadi peran juga kita bersama,” pungkasnya.(Hadi)