Internasional

Arab Saudi Pamer Sistem Tata Kelola Haji Yang Makin Canggih, Klaim Jadi Role Model Dunia

42
×

Arab Saudi Pamer Sistem Tata Kelola Haji Yang Makin Canggih, Klaim Jadi Role Model Dunia

Sebarkan artikel ini
Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah. FOTO/

posaceh.com, Arab Saudi – Arab Saudi mengklaim telah membangun standar global dalam pengelolaan kerumunan jemaah haji melalui pemanfaatan teknologi modern, perencanaan strategis, dan penguatan sistem kelembagaan.

Klaim tersebut disampaikan di tengah kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan ratusan ribu hingga jutaan jemaah dalam ruang terbatas dengan waktu operasional yang sangat singkat.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah, menyebut transformasi besar dalam sistem penyelenggaraan haji telah berlangsung selama lima dekade terakhir.

Menurutnya, model pengelolaan haji Saudi kini tidak lagi sekadar berfokus pada respons terhadap tantangan lapangan, tetapi telah berkembang menjadi sistem operasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Saudi Sebut Pengelolaan Haji Kini Jadi Model Global

“Selama periode ini, Kerajaan telah membentuk model global perintis dalam pengelolaan massa dan layanan kemanusiaan yang didasarkan pada integrasi perencanaan strategis, pengembangan kelembagaan, dan teknologi modern,” kata Al-Rabiah saat membuka Simposium Haji Akbar ke-50 di Jeddah, Rabu (20/5/2026).

Simposium bertema “An active platform serving the guests of God… Half a century of knowledge enrichment” itu digelar Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bekerja sama dengan Dewan Ulama Senior.

Al-Rabiah mengatakan musim haji tahun ini menunjukkan tingkat kematangan sistem operasional Saudi dalam mengelola perjalanan jemaah, termasuk pengoperasian ribuan penerbangan dan koordinasi puluhan lembaga yang terlibat dalam salah satu sistem operasional paling kompleks di dunia.

Menurut dia, seluruh proses tersebut berlangsung dalam cakupan geografis yang terbatas dan rentang waktu yang singkat.

Dari Respons Krisis ke Sistem Berbasis Teknologi

Al-Rabiah menjelaskan sistem penyelenggaraan haji Saudi telah mengalami perubahan mendasar. Jika sebelumnya lebih banyak berorientasi pada penanganan tantangan di lapangan, kini pendekatan yang digunakan mengandalkan inovasi, data, dan teknologi modern.

Perubahan itu, kata dia, berdampak pada peningkatan efisiensi operasional, mutu layanan, hingga kenyamanan jemaah dalam menjalankan ibadah.

“Sistem Haji telah berevolusi dari sistem yang berfokus pada penanggulangan tantangan menjadi model yang didorong oleh sains dan teknologi modern, sehingga meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki kualitas layanan, dan memungkinkan jamaah untuk melaksanakan ritual mereka dengan mudah dan tenang,” papar dia.

Ia menambahkan capaian tersebut tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah Saudi dalam menjaga standar pelayanan bagi jemaah haji.
Al-Rabiah menekankan bahwa upaya terpadu dan peningkatan kinerja yang disaksikan hari ini tidak akan mungkin terjadi tanpa rahmat Tuhan, dukungan dari kepemimpinan yang bijaksana, dan komitmen teguh untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan kepada para jamaah haji memenuhi standar tertinggi.

Simposium Bahas Masa Depan Layanan Haji

Dalam kesempatan itu, Al-Rabiah menyebut Simposium Haji Akbar menjadi bagian dari perjalanan ilmiah selama lebih dari 50 tahun dalam pengembangan layanan haji.

“Simposium Haji Agung ini merupakan kelanjutan dari perjalanan ilmiah yang mencakup lebih dari 50 tahun dialog ilmiah yang berfokus pada pengembangan sistem layanan Haji.”

Forum tersebut dihadiri sejumlah menteri, ulama, pemikir, peneliti, dan para spesialis dari berbagai negara Islam.

Tema pembahasan meliputi pengembangan sistem pelayanan jemaah haji Arab Saudi dari masa ke masa, strategi komunikasi dan edukasi untuk membentuk perilaku jemaah, hingga pemanfaatan data, inovasi, dan teknologi modern guna meningkatkan efisiensi operasional serta memproyeksikan masa depan layanan haji.

Agenda simposium juga mencakup berbagai sesi ilmiah, lokakarya, serta pidato utama yang mendokumentasikan sekaligus menganalisis perjalanan setengah abad pengembangan sistem pengetahuan dalam pelayanan haji.(Muh/*)