Banda Aceh – Musim hujan sudah mulai tiba dan cuaca ekstrem sering terjadi di Kota Banda Aceh, seperti angin kencang, hujan lebat dan banyak lagi.
Namun menjelang akhir tahun, terutama mulai bulan September, Oktober, November dan Desember sudah menjadi mitos bagi masyarakat Aceh, saatnya musim hujan tiba.
Ketika musim hujan tiba maka kemungkinannya adalah banjir yang tak terelakkan. Ketika banjir datang, yang sering mendapat sorotan adalah Pemerintah nya,seolah Pemerintah tidak becus menangani permasalahan yang sudah sejak lama menjadi langganan warga kota yaitu banjir.
Padahal kalau mau jujur, pemerintah khususnya Pemko Banda Aceh di bawah kepemimpinan Aminullah Usman telah berupaya semaksimal mungkin menangani dan membangun drainase agar ketika hujan datang, air bisa mengalir melalui drainase ke tempat yang lebih rendah yaitu sungai.
Di sinilah letak permasalahannya, ketika drainase tersumbat akibat ulah warga yang kurang peka dan responsif terhadap lingkungan sekitar, dengan membuang sampah sembarangan, akibatnya drainase tersumbat dan air tidak mengalir maksimal akhirnya meluaplah keluar tidak terkecuali kerumah warga.
Drainase yang tersumbat dengan lumpur dan sampah sampah di sebut sedimen.
Merespon agar tidak terjadinya banjir, apalagi sempat masuk ke rumah warga, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota ( DPRK) Banda Aceh Dra Hj Kasumi Sulaiman MM ingin bertindak lebih cepat untuk mengantisipasi bencana banjir yang datang tidak terduga.
“Banyak sekali keluhan warga yang saya terima, asal sudah hujan lebat, air selalu masuk kerumah,mengendap dan lama lama mengeluarkan aroma tak sedap, ternyata salah satu penyebabnya adalah sedimen yang tergenang,” terang mantan kepala SMPN 6 dan SMPN 19 Percontohan Kota Banda Aceh ini.
Dari itu semua,ia pun berinisiatif untuk melakukan pembersihan sedimen drainase di kota Banda Aceh khususnya kawasan Prada.
“Saya mulai dari Prada terlebih dahulu,di sini tempat saya tinggal,tempat saya banyak menerima aspirasi dari masyarakat,ini harus segera selesai sebelum musim hujan dengan skala tinggi datang,paling tidak,kita sudah membersihkan sedimen,bila hujan datang,air bisa mengalir dengan maksimal,tidak tersumbat,” tutur anggota DPRK dari Partai Golkar ini.
Menurut Kasumi Sulaiman, tahap ini pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banda Aceh melakukan pembersihan sedimen drainase dengan ukuran lebar 80 cm, tinggi cm dan volume 3333 meter dengan total biaya dari Anggaran Pendapatan Belanja Kota ( APBK) Banda Aceh Rp. 149.985.000.
Lokasinya di Prada, kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh.
Dalam kesempatan tersebut Kasumi Sulaiman berharap agar warga kota dapat lebih berperan aktif terhadap kebersihan lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, sehingga akan menimbulkan tersumbat nya drainase.
Selain itu,anak buah Teuku Muhammad Nurlif ini juga menambahkan bahwa, Pemerintah Kota dibawah kepemimpinan Aminullah Usman dengan slogan Kota Banda Aceh kota Gemilang terus melakukan pembenahan dan perbaikan infrastruktur drainase, sehingga fungsi dan peruntukannya dapat berjalan sesuai dengan harapan.
“Dengan melakukan Pembersihan Sedimen Drainase ini kita harapkan,semoga kedepan tidak akan ada lagi yang namanya genangan air yang dapat mengakibatkan banjir,ketika sewaktu waktu hujan datang,” pungkas Bunda Mimi sapaan akrab Kasumi Sulaiman.
Bersihkan Juga Jeulingke
Setelah melakukan pembersihan Sedimen Drainase di Gampong Prada, anggota DPRK ini juga meninjau pelaksanaan pembangunan saluran drainase di gampong Jeulingke Kecamatan Syiah Kuala kota Banda Aceh.
Sebagai warga kota yang sudah banyak makan asam garam di kota Banda Aceh,dimana setiap musim penghujan masalah paling fundamental adalah banjir yang salah satu akibatnya karena saluran yang tersumbat nah begitu ia terpilih sebagai anggota dewan terhormat, salah satu permasalahan yang sangat urgen untuk di pecahkan adalah masalah drainase tersebut.
Iapun dengan penuh semangat meninjau langsung pekerjaan pembangunan drainase di jalan Cendana,Gampong Jeulingke Kecamatan Syiah Kuala kota Banda Aceh beberapa hari yang lalu.
Menurut mantan guru SMANTIG ini Drainase yang ada di kota Banda Aceh sudah memadai, namun untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak di inginkan,perlu bangun beberapa titik drainase yang bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya banjir.
Bunda Kasumi yang pernah jadi dosen di universitas Almuslim Matang Glumpang Dua Bireuen ini mengatakan, pembangunan drainase dengan lebar 0,6 Meter dan volume 288 meter dengan anggaran Rp.104.880.000 di bangun atas dasar permintaan warga yang di usulkan sebelumnya melalui kegiatan reses dewan Serta Musrembang dan diperjuangkan realisasi nya melalui anggaran pokok pikiran (pokir) anggota DPRK.
“Ini adalah murni aspirasi masyarakat yang kita serap dalam reses dan kita masukkan dalam Musrenbang kota untuk kita laksanakan dengan dana pokir kita,semoga bermanfaat bagi warga kota,” terangnya.
Bantu Rumah Sederhana Sehat Plus Untuk Warga Prada
Selain melaksanakan pembersihan Sedimen di Gampong Prada, membangun drainase di Jeulingke, Kasumi Sulaiman baru baru ini juga membantu pembangunan satu unit rumah sederhana sehat plus untuk satu keluarga di Prada.
Kasumi Sulaiman mengatakan bahwa, pembangunan rumah sederhana sehat plus juga menggunakan dana pokir dari APBK Banda Aceh sebesar Rp.130.000.000 di peruntukan bagi warga kurang mampu yang juga sudah di usulkan saat reses.
Menurut Kasumi Sulaiman,upaya ini sejalan dengan gebrakan pemerintah kota Banda Aceh yang terus meningkatkan kesejahteraan warganya,salah satunya adalah dengan membangun rumah sederhana sehat plus.
Ia menyebutkan,karena anggaran yang ada padanya sangat terbatas dalam pokir dewan,tentunya tidak mungkin semua aspirasi masyarakat dapat tertampung,namun ia berusaha untuk menampung aspirasi masyarakat secara bertahap,selama jabatannya 5 tahun.
“Perhatian saya,masih ada beberapa warga kurang mampu yang pantas diberikan rumah sederhana sehat plus,namun karena anggaran pokir kits terbatas,kita upayakan pada tahun tahun berikutnya,” pungkas Bunda Mimi. (adv)











