Daerah

Aksi Damai Solidaritas Bela Palestina di Pidie

1936
×

Aksi Damai Solidaritas Bela Palestina di Pidie

Sebarkan artikel ini
Sejumlah Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Palestina (AMAPP) Pidie yang digawangi oleh RQV Indonesia Cabang Pidie, HMI, PII, PMII, dan IMM serta elemen Mahasiswa, lakukan aksi damai menuju Tugu Aneuk Mulieng, dimulai pada pukul 16.00 WIB, sampai pada pukul 17.55 WIB. Rabu (1/11/2023). FOTO/ HARMADI

* Kawal Kemerdekaan Rakyat Palestina

posaceh.com ,Sigli – Sejumlah Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Palestina (AMAPP) Pidie yang digawangi oleh RQV Indonesia Cabang Pidie, HMI, PII, PMII, dan IMM serta elemen Mahasiswa Al-Hilal dan Universitas Jabal Ghafur Pidie, menggelar Aksi Damai Solidaritas Bela Palestina,

Aksi damai yang dilaksanakan oleh aliansi mahasiswa dan dikutsertakan beberapa elemen masyarakat ini berjalan dengan damai itu, berlangsung di Tugu Aneuk Mulieng, dimulai pada pukul 16.00 WIB, sampai pada pukul 17.55 WIB. Rabu (1/11/2023).

Koordinator Aksi yang diwakili oleh Fajar Indra Pradipta Gajah mengatakan, aksi ini dilakukan untuk mendorong dan mendukung pemerintah agar tetap mengawal isu Palestina dan bersikap proaktif dalam mendukung kemerdekaan rakyat Palestina sesuai amanat konstitusi UUD 1945 yang menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.
“Kita samua mahasiswa Pidie mengelar aksi bela Palestina kali ini, bahkan kami mahasiswa menyuarakan tujuh tuntutan masa aksi bela Palestina,” kata Fajar Indra Pradipta Gajah.

Kemudia Fajar Indra Pradipta Gajah menjeleskan ke tujuh pembelaan palestina, yang pertama pihaknya mendukung penuh kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
Yang kedua mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk selalu membaca doa qunut nazilah di setiap masjid, guna mendoakan saudara kita di Palestina.
Yang ketiga mereka menghentikan perang dan membuka akses bantuan kemanusiaan seluas-luasnya, khususnya bantuan kesehatan, pangan, dan pasokan listrik untuk masyarakat sipil.
Keempat para mahasiswa mendukung Pemerintah Indonesia untuk melanjutkan kinerja positif dan bersikap proaktif dalam menyuarakan kemerdekaan rakyat Palestina sesuai amanat Konstitusi UUD 1945 yang menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Yang kelima mereka menuntut agar hak warga Palestina pulih dan wilayah-wilayah yang selama ini dirampas oleh Israel dikembalikan.

Poin keenam para mahasiswa meminta segara memboikot segala bentuk produk yang terafiliasi dengan Israel, sebagai bagian dari upaya membantu saudara Muslim kita di Gaza, Palestina.
Sementara terakhir pihak mahasiswa meminta agar menyerukan kepada seluruh jajaran pemerintah di Aceh agar ikut serta dan berperan aktif dalam mendesak pemerintah internasional untuk melakukan gencatan senjata di Palestina.

Aksi kali ini dimulai dengan Short March dari Pidie Convention Center (PCC) menuju Tugu Aneuk Mulieng. Kemudian dilanjutkan dengan agenda Orasi dari para perwakilan yang hadir, di antaranya Perwakilan Mahasiswa Al-Hilal, PMII, dan HMI.

Aksi ditutup dengan pembakaran poster wajah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai bentuk protes masa aksi atas arogansi Israel yang enggan melakukan gencatan senjata dengan Palestina, yang telah menelan korban jiwa sebanyak 8400 (termasuk anak-anak dan perempuan) di pihak Palestina.

Turut hadir pada Aksi kali ini para tokoh pergerakan pemuda Pidie, di antaranya Ketua HMI Cabang Pidie Muhammad Nuzul, Ketua RQV Cabang Pidie Kristi Arina (Jannah), Ketua PII Pidie Indra Gunawan, Perwakilan PMII Pidie Ramazan, dan Ketua HMP Pendidikan Bahasa Arab Al-Hilal Muhammad Riski.

Lalu dia juga menyampaikan bahwa aksi ini akan dilanjutkan besok Kamis 2 November 2023 oleh Aliansi Masyarakat Peduli Palestina yang digawangi oleh RQV Indonesia Cabang Banda Aceh beserta elemen masyarakat dan mahasiswa di Banda Aceh.

Harapannya, aksi ini dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat Aceh khususnya mengenai kondisi rakyat Palestina yang semakin memburuk sejak dilakukannya agresi militer oleh Israel 7 Oktober 2023 lalu.

Pada Aksi kali ini, inisiator Aksi yaitu Sang Guru Ngaji Azmi Fajri Usman menitipkan pesan kepada masa aksi bahwa “Tidak perlu beragama Islam untuk peduli dan membela Palestina, cukup menjadi manusia yang masih punya hati untuk mendukung dan peduli terhadap Palestina” ujarnya. (Harmadi)