DaerahNews

Dua Warga Terseret Arus Sungai di Pijay, Satu Selamat

1548
×

Dua Warga Terseret Arus Sungai di Pijay, Satu Selamat

Sebarkan artikel ini
Sejumlah personil dan masyarskat sedang mencari kedua korban yang terbawa arus di sungai. Kamis (2/11/2023) Foto Dok humas polres Pidie Jaya.

posaceh.com, Meureudu- Dua  warga terseret arus saat menyeberang sungai Gampong Lhok Puuk, Panteraja, Pidie Jaya. Satu tewas dan satu selamat.

Kedua warga asal Gampong Muka Blang yakni Tarwiyah Binti Nurdin (35) meninggal dunia, sedangkan keponakannya, Giska Unzira Binti Nasriadi (10), selamat dalam peristiwa itu.

Peristiwa itu terjadi pada hari Rabu, tanggal 01 November 2023, sekitar pukul 18.00 WIB, sedang dalam perjalanan pulang dari Gampong Lhok Puuk ke rumah mereka di Gampong Muka Blang.

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Dodon Priyambodo, S.H, S.I.K,M.Si, melalui Kapolsek Panteraja, Ipda Edy Zulkarnain, mengatakan  personil Polsek Panteraja, bersama-sama dengan warga setempat, telah melakukan upaya pencarian korban yang terseret arus di Sungai Gampong Muka Blang, Kecamatan Panteraja, Kecamatan Panteraja.

“Kita untuk menyeberangi Sungai Gampong Lhok Puuk, mereka memutuskan untuk berenang, tanpa menyadari bahwa saat itu hujan lebat dan arus sungai sedang deras.

Akibat kondisi cuaca dan arus sungai yang ekstrem, kedua korban terseret oleh arus yang kuat. Giska selamat setelah tersangkut pada ranting kayu dan akhirnya berhasil keluar dari sungai, kemudian memberitahu warga sekitar tentang peristiwa tersebut.

Warga Gampong Muka Blang, dengan berani dan bersama-sama, mulai melakukan pencarian terhadap Tarwiyah.

Setelah pencarian yang intensif, sekitar pukul 19.00 WIB, Tarwiyah berhasil ditemukan oleh masyarakat dalam kondisi tidak bernyawa, dengan jarak kurang lebih 2 kilometer dari lokasi awalnya terseret.

Tarwiyah ditemukan meninggal dunia dan kemudian dievakuasi ke rumah duka di Dusun Panjo Rimba, Gampong Muka Blang, Kecamatan Panteraja, menggunakan Mobil Ambulans milik Puskesmas Panteraja.

Mantan suami korban, Muhammad Isa, berserta keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian Tarwiyah dan tidak menuntut dilakukannya Visum et Repertum.

“Turut terlibat dalam proses pencarian dan memberikan dukungan kepada keluarga korban dalam menghadapi tragedi ini,” tutupnya. (Harmadi).