posaceh.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa akselerasi adopsi environment, sosial, dan good governance (ESG) menjadi satu dari empat aspek penting impelementasi topik utama Presidensi G20 Indonesia
“Mengakselerasi adopsi ESG, dimana upaya dekarbonisasi usaha dan peningkatan investasi di sektor usaha yang ramah lingkungan menjadi kunci,” kata Menko Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (1/11/2021).
Tiga aspek lainnya, lanjutnya, menarik investasi untuk mendukung leapfrog productivity, membangun domestic demand dan memperkuat ekspor melalui peningkatan kualitas produk dan membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi UMKM, serta meningkatkan kapasitas SDM agar siap menghadapi tantangan masa depan.
Selain itu, Airlangga menyampaikan bahwa sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah juga penting dalam mengupayakan masa depan bisnis yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Disinilah letak keterlibatan strategis dari Business20 (B20) yang dimotori oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk secara konkrit mewujudkan kerja sama B-to-B dengan memanfaatkan momentum Presidensi G20 Indonesia ini.
Kemitraan dengan KADIN tersebut sejalan dengan slogan utama Business20 yaitu ”Advancing Innovative, Inclusive, and Collaborative Growth”. Business20 diharapkan mampu mendukung kerja sama lintas batas dan mengupayakan langkah inovatif, seperti yang terkait interaksi dengan pelanggan, desain model bisnis UMKM yang dapat dijadikan sebagai best practices, serta memberdayakan kaum perempuan dan generasi muda dalam upaya pemulihan sektor usaha.
Presidensi Indonesia pada forum G20 akan berfokus pada tiga topik utama, pertama adalah sistem kesehatan global yang perlu diperkuat secara seimbang sehingga mampu mendorong peningkatan kapasitas negara berkembang dalam upaya memproduksi vaksin COVID-19 secara mandiri. Kemudian transformasi ekonomi dan digitalisasi dimana teknologi menjadi enabler khususnya bagi penguatan kapasitas UMKM agar mampu bertahan dari krisis. Kemudian yang terakhir adalah transisi energi yang menekankan pada isu pembangunan ekonomi rendah karbon serta ketersediaan technology basket. Ketiga topik tersebut menopang tema besar “Recover Together, Recover Stronger”.
Adapun G20 adalah forum yang saat ini paling berpengaruh karena seluruh anggotanya merepresentasikan lebih dari dua pertiga penduduk dunia, 79 persen perdagangan global, 80 persen PDB dunia, dan 80 persen investasi global. Forum G20 lahir sebagai jawaban atas krisis global tahun 1999 dan kemudian menguat kembali perannya dalam mengatasi dampak krisis tahun 2008.
Dengan lebih dari 150 pertemuan yang akan digelar di 19 kota dan sekitar 18.000 lebih delegasi yang akan hadir, Presidensi Indonesia diprediksi membantu penciptaan sekitar 33.000 lapangan kerja, meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun, meningkatkan PDB nasional sebesar Rp7,4 triliun dengan manfaat total 1,5 s.d. 2 kali lebih besar dari penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-WB pada tahun 2018 di Bali. (ant)











