NewsOlahraga

Aceh akan Tingkatkan Medali Emas di PON Beladiri II

38
×

Aceh akan Tingkatkan Medali Emas di PON Beladiri II

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Wushu Aceh, Kennedy Husein, SE

posaceh.com, Banda Aceh – Kontingen Aceh mematok target tingkatkan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara. Tidak sekadar partisipasi, Aceh membidik tambahan dan lonjakan perolehan medali emas.

Hal itu ditegaskan Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husein, didampingi Ketua Pelatda KONI Aceh, Bachtiar Hasan, Selasa (18/8/2026) siang.

“Kita punya target untuk memperbaiki perolehan medali di PON Beladiri Manado, bahkan harus lebih baik dari PON Beladiri I di Kudus tahun lalu,” kata Kennedi.

KONI Aceh sendiri saat ini tengah menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) terpusat selama empat bulan sebagai persiapan intensif menuju Manado.

Kennedi menjelaskan, jika pada PON Beladiri I di Kudus, Jawa Tengah mempertandingkan 10 cabang olahraga, maka di Manado jumlahnya dipangkas menjadi tujuh cabor. Ketujuhnya adalah Anggar, Hapkido, Kurash, Kick Boxing, Tinju, Muaythai dan Mixed Martial Art (MMA).

Pada penampilan perdana di Kudus, kontingen Aceh berhasil membawa pulang 1 medali emas, 3 perak, dan 9 perunggu.

Untuk edisi Manado, optimisme melampaui capaian tersebut menguat. KONI Aceh bahkan menargetkan emas di setiap cabor yang diikuti, meski ada cabor prioritas yang menjadi andalan.

“Ada cabor prioritas seperti anggar dan muaythai,” ujar Kennedi. Hal itu diamini Syarwan, pelatih muaythai yang kini juga menangani MMA.

Keyakinan itu bukan tanpa dasar. Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu, Aceh tampil perkasa di dua cabor tersebut. Anggar menyabet 4 medali emas, sementara muaythai meraih 3 emas.

“Berbekal perolehan itu dan latihan keras yang kini dijalani atlet melalui TC sentral, kita optimis peningkatan medali emas itu akan terwujud, bahkan meningkat 100 persen dari perolehan di Kudus,” timpal Bachtiar Hasan yang juga Wakil Ketua II KONI Aceh.

Pelatda terpusat menuju PON Beladiri Manado yang dijadwalkan berlangsung 20 Oktober 2026 itu telah dimulai sejak 19 Juni 2026 dan akan berakhir 19 Oktober 2026. Aceh mempersiapkan 43 atlet dan 15 pelatih, total 58 orang, yang dipusatkan di sebuah penginapan di Banda Aceh.

Sebelum terbang ke Manado, para atlet akan ditempa melalui rangkaian uji coba berupa tur antar daerah dan partisipasi di turnamen lokal untuk menambah jam terbang dan pengalaman tanding.

Pekan lalu, seluruh atlet Pelatda yang dibiayai KONI Aceh tersebut juga telah menjalani tes fisik komprehensif untuk mengukur tingkat daya tahan (endurance) serta kompetensi teknik (skill). Data tersebut menjadi tolok ukur kemampuan dan pemahaman atlet terhadap materi latihan.

Kennedi menambahkan, PON Beladiri Manado bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga kawah candradimuka bagi atlet beladiri Aceh sebelum menatap jenjang lebih tinggi.

“PON Beladiri Manado menjadi bagian dari upaya mengasah kemampuan sebelum menuju Pra PON, Porwil, dan target utama menuju PON 2028 NTB-NTT. Kita ingin memberikan jam terbang sebanyak-banyaknya kepada atlet sebelum menuju multi-event hingga PON 2028,” pungkasnya. (Sdm).