Internasional

Serangan Terhadap Rumah Sakit Gaza Menuai Kecaman Global

1534
×

Serangan Terhadap Rumah Sakit Gaza Menuai Kecaman Global

Sebarkan artikel ini
Ahmad Metani, Konsuler Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia dalam pernyataan pers di Jakarta, Rabu (18/10/2023). (Foto: Liputan6)

posaceh.com, Jakarta – Rumah Sakit Al-Ahli Arabi di Kota Gaza, menjadi sasaran serangan Israel. Meskipun bangunan tersebut menjadi tempat perlindungan bagi warga Palestina, namun dalam serangan tersebut telah menewaskan sekitar 500 orang.

Pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Gutteres, menggambarkan insiden ini sebagai “ngeri” dan menegaskan bahwa rumah sakit dilindungi oleh hukum internasional. Namun, Palestina mengungkapkan kekecewaannya terhadap reaksi komunitas internasional yang dianggap hanya berbicara tanpa tindakan nyata.

“Faktanya, sangat memalukan jika komunitas internasional tetap bungkam mengenai apa yang terjadi di Palestina,”ujar Konsuler Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia Ahmad Metani dalam pernyataan pers di Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina di Jakarta, Rabu (18/10/2023).

Pihak Palestina menekankan perlunya aksi nyata dari komunitas internasional untuk mengatasi situasi tersebut. Mereka merasa kecewa dengan sikap diam terkait serangan ini, bahkan setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta bantuan dari dunia.

Desakan agar negara-negara di dunia bersuara dan melakukan tindakan nyata juga disuarakan oleh organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C). Mereka menyoroti sulitnya kondisi rumah sakit di Gaza dan mendesak dunia untuk mengatasi isu kemanusiaan di wilayah konflik.

Terkait serangan ini, pihak Israel dan Hamas saling menyalahkan. Israel menuding bahwa rumah sakit diserang oleh roket Hamas yang salah sasaran, sementara Hamas menyebutnya sebagai “pembunuhan massal mengerikan” yang disebabkan oleh serangan udara Israel.

Imbas dari serangan ini, pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Joe Biden dengan para pemimpin Arab dibatalkan, setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas menarik diri dari rencana pertemuan tersebut. AS sendiri mengubah nada pesannya terkait konflik tersebut, dengan tetap mendukung Israel sambil memperkuat suara tentang bantuan kemanusiaan mendesak di Gaza. Para mediator terus berjuang untuk mengatasi situasi darurat kemanusiaan di wilayah tersebut.(WD)