Daerah

Sembilan Gampong di Keumala Pidie Kerisis Air Bersih dan Sumur Mengering

2431
×

Sembilan Gampong di Keumala Pidie Kerisis Air Bersih dan Sumur Mengering

Sebarkan artikel ini
Proyek pengerjaan lanjutan rehabilitasi Jaringan Irigasi Baro Raya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera I Aceh. Jum'at (3/6/2022) FOTO/ DOK CAMAT KEUMALA NURJANAH.

 

posaceh.com, Sigli – Sebanyak 9 Gampong di Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie, kini mengalami kris air bersih, akibat pengerukan pasir Galian C, dan lanjutan pembangunan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Baro Raya, bahkan memutuskan dan menutup pintu air tersebut.

Sedangkan masyarakat pernah mengalami kekeringan air sumur dalam setahun sekali, pada pertama terjadi kekringan air sumur ditahun 2020, Ini sudah terjadi lagi pada tahun kedua masyarakat telah menjalaninya selama 20 hari

Rizal Zikrullah salah seorang TKSK kecamatan Keumala mengatakan, bahwa kekeringan air sumur karena sungai di wilayah tersebut sudah semakin mendalam akibat pengerukan pasir Galian C, pengerukan pasir hingga sumur warga tidak lagi mendapatkan sumber air tanah.

“Pengerukan pasir Galian C, sumur warga tidak lagi mendapatkan sumber air, sehingga masyarakat harus mencari sumber air bersih dari tempat lain untuk keperluan sehari-hari,” kata Rizal, kepada media ini, Jumat (3/6/2022)

Rizal mengakui, bahwa saat ini air bersih terkadang harus ke rumah tetangga harus mengambil untuk memasak dan air untuk mandi, sangat disayangkan sumber air bersih malah sudah mengalami krisis.

“Seharusnya pemerintah setempat memberi ruang untuk Kecamatan Keumala memanfaatkan air PDAM saat kekeringan melanda,” ujar Rizal zikrullah

Camat Keumala Nurjannah membenarkan masyarakat telah mengalami kesulitan air bersih di kecamatan Keumala bahwa telah kering air sumur akibat pengurukan pasir Galian C, dan ada lanjutan pembangunan rehabilitasi Jaringan Irigasi Baro Raya hingga memutuskan bahkan menutup pintu air tersebut.
Sembilan gampong kesulitan air bersih, yakni Gampong Ugadeng, Gampong Kumbang, Gampong Sagoe, Gampong Dayah Keumala, Gampong Rheng, Gampong Jimjiem, Gampong Dayah Pulo Tengoh, Gampong Cot Nuran, Gampong Pulo Pante.

“Karena adanya galian C dikawasan itu apalagi ada pembangunan rehabilitasi Jaringan Irigasi Baro Raya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera I Aceh,” kata Camat Keumala Nurjannah.

Lanjut camat lagi sedangkan proyek ini pengerjaan lanjutan rehabilitasi Jaringan Irigasi Baro Raya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera I Aceh.

Tambah lagi camat, sedangakan kondisi kekeringan air pada sumur warga tahun ini, juga diakibatkan oleh aktifitas pembangunan proyek lanjutan rehabilitasi Jaringan Irigasi Baroe Raya, hingga terjadi penutupan total pada seluruh aliran air jaringan irigasi.

“Pada tahun lalu juga kekeringan sumur masyarakat disebabkan pembangunan tahap pertama Jaringan Irigasi Baroe Raya tersebut,” ucap Nurjannah.

Lebih lanjut, Camat Nurjannah kepada posaceh.com, mengatakan pihaknya akan mencari solusi dan melakukan konsultasi dengan pihak PDAM supaya masyarakat Keumala mendapatkan sumber air bersih, akibat kesulitan air bersih tersebut.

“Saya akan menghubungi atau menjumpai kepala PDAM kabupaten Pidie untuk melakukan konsultasi agar keran air di setiap gampong memliki satu keran air agar masyarakat mudah mendapatkan air tersebut,” kata Camat Keumala.

Sementara PDAM Kabupaten Pidie mengambil sumber air di kecamatan Keumala, untuk itu ia berharap PDAM nantinya untuk dapat memasang kran setiap gampong yang kering tersebut.

“Dari pembagunan pertama saya sudah meminta dari PDAM, untuk masyarakat keumala harus dikasih air dan dibuat keran, bahkan membuat meteran agar PDAM tidak merasa kerugian, ujar Camat Keumala.

Lanjut lagi camat, jika nanti masyarakat menggunakan air bersih yang pastinya akan membayar tidak akan mengambil gratis, apalagi di kawasan warung atau kede Keumala seharusnya pihak PDAM membuat meteran dan satu kran di kawasan tersebut.

“Sebelumnya masyarakat pernah meminta kepada PDAM kabupaten Pidie untuk menyediakan didepan warung atau kede tapi pihak PDAM tidak memberikan entah kenapa, apa PDAM menunggu kemarahan masyarakat hingga akan dipenuhi keinginan masyarakat Keumala,” demikian camat Keumala.(Harmadi)