Pendidikan

Kepala BNNP Aceh Bekali 635 Mahasiswa Baru Unmuha Aceh tentang Bahaya Narkoba dan Radikalisme

21
×

Kepala BNNP Aceh Bekali 635 Mahasiswa Baru Unmuha Aceh tentang Bahaya Narkoba dan Radikalisme

Sebarkan artikel ini
Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani memberikan pembekalan kepada 635 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Selasa, (8/9/2026). FOTO/ BNNP ACEH

posaceh.com, Banda Aceh — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani memberikan pembekalan kepada 635 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Selasa (8/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dedy menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, perkembangan modus baru penyalahgunaan narkoba, wawasan kebangsaan, serta ancaman radikalisme dan intoleransi.

Dedy menegaskan, narkotika merupakan salah satu ancaman serius bagi generasi muda. Dampaknya tidak hanya terhadap kesehatan, tetapi juga dapat merusak pendidikan, produktivitas, masa depan, hingga ketahanan bangsa.

Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu memiliki pengetahuan dan ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh maupun terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Salah satu perkembangan modus yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan narkotika melalui liquid vape atau rokok elektrik. Menurut Dedy, perkembangan teknologi dan tren gaya hidup generasi muda dapat dimanfaatkan jaringan peredaran narkotika untuk menyamarkan zat berbahaya dalam produk yang menyerupai liquid vape pada umumnya.

Liquid vape ilegal dapat disalahgunakan sebagai media yang mengandung berbagai zat psikoaktif dan narkotika, di antaranya sabu dalam bentuk cair, cannabis atau ganja cair, etomidate, dan ketamin.

Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani foto bersama 635 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Selasa, (8/9/2026).
FOTO/ BNNP ACEH

Modus tersebut dinilai perlu diwaspadai karena secara tampilan produk dapat menyerupai liquid vape biasa sehingga berpotensi mengecoh masyarakat, terutama kalangan generasi muda.

“Jangan mudah menerima, membeli, apalagi mencoba liquid vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya. Modus penyalahgunaan narkotika terus berkembang dan memanfaatkan tren yang digemari generasi muda,” pesan Dedy.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tawaran narkotika melalui media sosial maupun lingkungan pertemanan. Kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan keberanian mengatakan tidak terhadap narkoba, menurutnya, merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan diri mahasiswa.

Selain persoalan narkotika, Dedy mengingatkan mahasiswa mengenai ancaman radikalisme dan intoleransi yang dapat memengaruhi generasi muda.

Sebagai kelompok intelektual dan calon pemimpin bangsa, mahasiswa diharapkan mampu berpikir kritis serta tidak mudah terpengaruh propaganda, narasi, informasi, maupun ajakan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Mahasiswa perlu memiliki jiwa nasionalisme yang kuat agar tidak mudah dipengaruhi atau dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Perkuat rasa cinta tanah air, pahami nilai-nilai Pancasila, dan tetap kritis terhadap setiap informasi maupun ajakan yang diterima,” tegasnya.

Dedy mengatakan, penguatan nasionalisme semakin penting di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Mahasiswa tidak boleh menerima informasi secara mentah, tetapi harus mampu melakukan verifikasi, memahami konteks, dan menyaring informasi berdasarkan nilai-nilai Pancasila serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurutnya, bela negara tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pertahanan secara fisik. Bagi mahasiswa, bela negara dapat dilakukan dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, disiplin, menjaga integritas, menaati aturan, menghormati perbedaan, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjauhi narkotika.

Dedy juga mengajak mahasiswa baru UNMUHA menjadi agent of change yang mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Ia berharap mahasiswa dapat berperan aktif menciptakan lingkungan yang toleran, nasionalis, sehat, produktif.(Hadi)