posaceh.com, Banda Aceh — Upaya mendukung konservasi kepiting bertelur berbasis masyarakat di kawasan pesisir Lhok Kuala Cangkoy, Ulee Lheue, Banda Aceh, terus dilakukan. Tim Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1.100 Wp untuk mendukung operasional Crab Bank di PPI Lhok Kuala Cangkoy, Rabu (12/8/2026).
Pemasangan PLTS tersebut merupakan bagian dari program “Optimalisasi dan Pengembangan Sistem Crab Bank Berbasis Komunitas untuk Pengelolaan Wilayah Pesisir yang Berkelanjutan” yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Kegiatan dipimpin Ketua Tim Pengabdi, Muhammad Nawawi, ST., M.Sc., dari Program Studi Teknik Mesin Universitas Iskandar Muda. Turut terlibat Feri Festika, ST., MT., dari Universitas Iskandar Muda dan Indra Jaya, ST., MT., dari Program Studi Teknologi Elektromedik Universitas Ahmad Dahlan Aceh.
Pemasangan dilakukan sejak pukul 09.00 WIB. Panel surya ditempatkan di atap bangunan PPI Lhok Kuala Cangkoy yang menjadi lokasi Crab Bank. Setelah panel terpasang, tim melakukan perakitan dan pemasangan komponen pendukung, mulai dari solar charge controller, baterai, inverter, perangkat proteksi hingga jaringan kelistrikan.
PLTS kemudian diintegrasikan dengan sistem Crab Bank, khususnya untuk mendukung sistem aerasi. Sistem tersebut membutuhkan pasokan listrik yang stabil agar aerator dapat terus bekerja dalam menjaga kondisi air bagi indukan kepiting bertelur.
Crab Bank Kuala Cangkoy sebelumnya telah dikembangkan sebagai tempat konservasi indukan kepiting bertelur. Fasilitas tersebut dilengkapi wadah penampungan, sistem aerasi dan distribusi air yang digunakan untuk menjaga kondisi indukan hingga proses penetasan telur.
Dengan penggunaan PLTS, kebutuhan listrik Crab Bank diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan PLN. Energi matahari yang disimpan melalui baterai dapat menjadi sumber listrik alternatif, terutama saat terjadi gangguan pasokan listrik.
Usai pemasangan, tim melakukan uji coba untuk memastikan seluruh sistem berfungsi dengan baik. Pemeriksaan meliputi koneksi panel surya, baterai, inverter, aliran listrik serta respons aerator pada Crab Bank.

Kegiatan kemudian dilanjutkan setelah waktu Zuhur dengan pelatihan bagi pengelola Crab Bank. Pelatihan diikuti tim Panglima Laot, mahasiswa Universitas Iskandar Muda (UNIDA), mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) serta akademisi yang tergabung dalam tim PKM.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pengetahuan mengenai fungsi dan cara penggunaan masing-masing komponen PLTS. Mereka juga diajarkan cara melakukan pemeriksaan harian, perawatan dasar, menjaga keamanan kelistrikan hingga langkah awal ketika terjadi gangguan.
Tim pengabdi menyampaikan, pemasangan teknologi tidak akan berjalan maksimal tanpa kemampuan pengelola dalam mengoperasikan dan merawat sistem. Karena itu, pelatihan menjadi bagian penting untuk memastikan PLTS dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari sosialisasi pemanfaatan PLTS yang sebelumnya dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra. Dalam FGD tersebut, masyarakat dan pengelola Crab Bank telah mendapatkan pemahaman mengenai manfaat energi surya dalam mendukung kegiatan konservasi di kawasan pesisir.
Panglima Laot dan pengelola Crab Bank menyambut baik pemasangan PLTS tersebut. Kehadiran sumber energi terbarukan dinilai dapat membantu operasional Crab Bank sekaligus memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan energi bersih.
Mahasiswa UNIDA dan UAD juga ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka membantu proses dokumentasi, pendampingan teknis dan pengamatan instalasi serta berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Tim PKM berharap penerapan PLTS dapat memperkuat keberadaan Crab Bank Kuala Cangkoy sebagai fasilitas konservasi berbasis masyarakat. Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung pemeliharaan indukan kepiting bertelur, proses penetasan hingga pelepasan zoea ke habitat alami.
Ke depan, tim akan melakukan monitoring terhadap kinerja PLTS dan sistem aerasi. Pendampingan juga akan dilakukan melalui pengisian logbook, evaluasi sistem serta penguatan standar operasional prosedur (SOP) bagi pengelola Crab Bank.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mendorong pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi energi terbarukan dan keterlibatan aktif masyarakat.
Dengan terpasangnya PLTS berkapasitas 1.100 Wp, Crab Bank Kuala Cangkoy kini memiliki sumber energi alternatif yang dapat mendukung kegiatan konservasi kepiting bertelur sekaligus memperkuat upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Banda Aceh.(Tamam)











